OSO Securities: Pasar Saham RI Diserbu Dana Asing

OSO Securities: Pasar Saham RI Diserbu Dana Asing

OSO Securities - detikFinance
Kamis, 18 Feb 2016 08:48 WIB
Jakarta - Pada perdagangan saham kemarin IHSG berhasil ditutup dalam zona hijau dengan naik 0,09% ke level 4.765,51. Mayoritas indeks berhasil tercatat menguat. Penguatan tertinggi dipimpin oleh indeks MISC Industry dan Property yang masing-masing menguat 1,30% dan 1,18%.

Perdagangan saham kemarin mayoritas didominasi oleh asing, di mana asing mencatakan net buy senilai Rp 570.31 miliar. Tingginya penawaran yang masuk saat pemerintah melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN), diperkirakan akan menjadi sentimen positif untuk Indonesia ke depan.

Sentimen positif tersebut merupakan impact dari kondisi perekonomian negara-negara berkembang yang mengecewakan. Sehingga Indonesia menjadi destinasi pilihan para pelaku pasar menginvestasikan uangnya. Beberapa minggu belakangan, inflow terbesar masuk ke SUN, sejak awal bulan hingga 11 Februari 2016 aliran modal asing yang masuk sudah sekitar Rp 10 triliun dan akhir-akhir juga masuk ke pasar saham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, pergerakan rupiah kemarin nampaknya cukup lesu, di mana rupiah terdepresiasi sebesar 0,83% ke level Rp 13.507/US$.

Dari bursa Asia mayoritas indeks mengalami koreksi.. Koreksi terdalam dirasakan oleh indeks Nikkei yang turun 1,36% ke level 15.836,36. Sejak ditetapkannya suku bunga negatif oleh Jepang, yen menguat, sementara pasar saham terus terpuruk di tengah kekhawatiran ekonomi China dan global yang melambat.

Esturo Honda, selaku penasihat perdana menteri Jepang mengatakan, bahwa pada 14-15 Maret nanti, kemungkinan akan ada tambahan stimulus yang dilakukan oleh Jepang untuk menstabilkan kondisi ekonomi Jepang.

Indeks utama di bursa Wall Street kembali melanjutkan penguatan seiring dengan dukungan Menteri Iran atas tindakan Arab Saudi dan Rusia yang membekukan produksi minyak mentah yang saat ini sudah oversupply di pasar. Hal tersebut mampu mendorong kembali bergairahnya harga minyak, hingga naik 6,83% ke level US$ 31,27/barel.

Selain itu, naiknya indeks data housing starts di bulan Januari menjadi 1,17 juta dari sebelumnya 1,09 juta, dan produksi industri yang tumbuh 0,4% atau lebih tinggi dari ekspektasi pelaku pasar -0,4% juga ikut menjadi katalis positif pada perdagangan semalam.

Indeks Dow Jones menguat 1,59% ke level 16.453,83, S&P 500 naik 1,65% ke level 1.926,82 dan Nasdaq terangkat 2,21% ke level 4.534,06.

Sementara itu indeks utama Bursa Eropa mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Indeks FTSE menguat 2,87% ke level 6.030,32, DAX meningkat 2,65% ke level 4.233,47, dan CAC 40 juga naik sebesar 2,99% ke level 4.233,47.

Kenaikan ini disebabkan karena Eropa membuat keputusan untuk membekukan (freeze) produksi minyak. Selain itu, kenaikan harga saham Bank Perancis Credit Agricole sebesar 13,91% dan miner Glencore sebesar 16,56% juga ikut menjadi katalis positif pada perdagangan semalam.

Kami perkirakan hari ini IHSG masih akan melanjutkan penguatan, seiring dengan sentiemen positif dari global terkait rebound-nya harga minyak. Selain itu, penetapan BI Rate pada hari ini yang diekspektasikan pelaku pasar akan turun 25 basis poin juga ikut menjadi salah satu katalis penggerak market.

Secara teknikal, indikator stochastic oscilator bullish, RSI dan MFI juga menguat. Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak pada kisaran 4.729-4.801.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads