Sementara saham perbankan masih tercatat terkoreksi sebesar 1,36%. Wacana Pembatasan NIM yang sebelumnya sempat dinyatakan oleh OJK, saat ini diperkuat oleh pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution yang mengungkapkan bahwa margin keuntungan perbankan di Indonesia tergolong masih terlalu tinggi, tercermin dari suku bunga kredit yang berada pada level double digit. Oleh karena itu pemerintah akan meminta OJK dan BI untuk menekan suku bunga kredit korporasi secara bertahap sampai akhir tahun ini, diperkirakan akan menjadi 9%.
Selain itu, bunga deposito BUMN juga diharapkan hanya 1% di atas inflasi. Jika hal ini diterapkan, dalam jangka panjang pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan akan bisa melaju kencang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan di Wall Street kemarin berakhir di zona merah. Pelemahan ini disebabkan karena turunnya harga minyak sebanyak 4,6% menjadi US$31,87/barel, setelah Arab Saudi mengesampingkan pemotongan produksi. Oleh karena itu, sektor energi dan material menjadi hambatan utama dalam perdagangan kemarin.
Rendahnya harga minyak juga berdampak ke bank yang berhubungan dengan sektor energi, karena kira-kira sepertiga perusahaan di AS yang memproduksi serpih minyak berada di posisi yang riskan dan bisa cenderung bangkrut, berdasarkan studi dari Delloite. JP Morgan, sebagai bank terbesar di AS dalam total assetnya, mengatakan akan meningkatkan ketentuan kerugian yang diperkirakan pada pinjaman energi sebesar $500 juta, atau lebih dari 60% dari cadangan yang ada. Karena berita tersebut, saham JP Morgan turun sebesar 4.2%.
Kemarin index Consumer Confidence US turun dari 97.8 menjadi 92.2, sehingga juga merupakan salah satu katalis atas lemahnya saham Amerika.
Turunnya harga minyak juga membebani harga saham di Eropa. Adapun katalis lain yang membuat saham di Eropa melemah adalah kekecewaan dari update yang dilakukan oleh Standard Chartered dan BHP Billiton. Saham BHP turun sebanyak 6,1% setelah mereka memotong dividen sebanyak 75%, meninggalkan kebijakan jangka panjang mereka untuk pembayaran stabil atau lebih tinggi, dan laporan rugi bersih pertamanya dalam lebih dari 16 tahun.
Kami perkirakan hari ini IHSG masih akan bergerak melemah. Secara teknikal, indikator stochastic oscilator bearish, MFI lemah, histogram MACD bearish sementara MFI flat. Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak pada kisaran 4.597-4.710.
(dnl/dnl)











































