OSO Securities: IHSG Akan Menguat Terbatas

OSO Securities: IHSG Akan Menguat Terbatas

OSO Securities - detikFinance
Kamis, 10 Mar 2016 08:52 WIB
Jakarta - IHSG ditutup melemah pada akhir perdagangan selasa kemarin. IHSG tercatat menurun 0,425% ke level 4.811,04. Pada sesi awal IHSG sempat menguat 0,3% namun karena adanya aksi profit taking membuat IHSG menjadi tergerus.

Secara sektoral, ada 7 sektoral yang memerah dan 3 sektor yang mengalami penurunan terdalam adalah: sektor industri lain-lain turun 1,59%, manufaktur melemah 0,87%, dan barang konsumen melorot 0,88%. Sedangkan sektor yang masih mengalami penguatan masih sama dengan sesi-sesi sebelumnya, yaitu sektor pertambangan yang menguat 1,34%.

Hari Selasa kemarin asing juga masih mencatatkan net buy sebesar Rp 43,95 milliar, angka tersebut bisa dibilang lebih sedikit dibandingkan dengan sebelumnya. Ini juga disebabkan karena asing juga melakukan aksi profit taking dari penguatan minggu kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa Asia sendiri juga mayoritas berada di zona merah. Indeks Nikkei melemah menjadi level terendah sejak 1 Maret, yaitu turun 0,8% menjadi 16.642,20. Salah satu sentimennya adalah penguatan yen yang terus berlanjut memberikan tekanan pada pedagang ekspor.

Lalu data pertumbuhan ekonomi (GDP) dari Jepang yang menunjukkan kontraksi sebesar 1,1% pada Q4 2015. Ditambah lagi kepercayaan global memudar karena harga minyak yang melorot dan kekhawatiran pada ekonomi China. Faktor lainnya adalah data neraca perdagangan China yang anjlok menjadi US$ 32,59 miliar dibandingkan periode sebelumnya yaitu US$ 63,30 miliar.

Data ekspor China juga anjlok menjadi sebesar -25,4% dibandingkan periode sebelumnya yaitu -11,2%. Oleh karena itu, Hari rabu kemarin Shanghai Composite China ditutup melemah 1,34% ke level 2.862,556.

Indeks Utama bursa Wall Street semalam ditutup menguat terbatas seiring dengan rendahnya volume perdagangan harian di AS. Indeks Dow jones menguat 0,21% ke level 17.000,36, S&P 500 menguat 0,51% ke level 1.989,26, dan Nasdaq terangkat 0,55% ke level 4.674,38.

Penguatan yang terjadi pada bursa AS inline dengan pergerakan harga minyak yang semakin menguat. Komoditas minyak semalam ditutup menguat sebesar 4,60% ke level US$ 38,18 per barel. Kenaikan harga komoditas minyak mampu mengangkat pergerakan saham-saham di sektor energi.

Sementara itu, tertahannya bursa AS untuk menguat lebih tinggi lantaran saham bioteknologi berada di bawah tekanan pemerintah AS, yang mengusulkan program tes untuk menurunkan insentif untuk menggunakan obat yang lebih tinggi dari saat pengobatan alternatif yang tersedia.

Sementara pergerakan di bursa Eropa juga cenderung terbatas seiring dengan penantian keputusan Bank Sentral Eropa mengenai kebijakan stimulus yang akan berlangsung pada malam ini. Indeks FTSE 100 naik 0,34% ke level 6.164,32, CAC 40 menguat 0,49% ke level 4.425,65 dan DAX mendaki 0,31% ke level 9.723,09. Penguatan yang terjadi pada bursa Eropa seiring dengan positifnya beberapa data, yakni; Manufacturing Production Inggris bulan Januari naik 0,7% (MoM) dari sebelumnya -0,3% (MoM) dan industrial production Inggris yang juga ikut meningkat ke level 0,3% (MoM) dari sebelumnya -1,1% (MoM).

Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Secara teknikal, indikator RSI menguat, sementara indikator stochastic oscilator bearish dengan MACD histogram negatif. Selain itu MFI melemah. Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak pada kisaran 4.756-4.842.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads