Aksi ambil untung lanjutan membuat IHSG tutup koreksi 20,533 poin (0,425%) di 4.811,042. Koreksi indeks terutama dipicu aksi jual saham unggulan Astra International Tbk (ASII) dan saham yang bergerak di sektor konsumsi dan properti. Sedangkan aksi beli selektif melanda saham tambang seiring sentimen pergerakan harga komoditas energi dan tambang.
Pasar saham kawasan Selasa lalu tertekan setelah data ekspor China Februari lalu kembali turun 25,4% (yoy), lebih besar dari perkiraan turun 14,5% dan angka Januari 2016 turun 11,2%. Sedangkan impor China Februari lalu turun 13,8% (yoy) lebih besar dari perkiraan turun 12%, namun membaik dibandingkan Januari yang turun 18,8% (yoy). Kinerja ekspor dan impor China yang masih mengalami kontraksi kembali meningkatkan kekhawatiran prospek perekonomian global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan berpeluang rebound setelah dua sesi perdagangan di awal pekan ini terkoreksi. Saham-saham berbasiskan komoditas masih berpeluang bergerak di teritori positif setelah sejumlah harga komoditas berhasil rebound setelah hari sebelumnya terkoreksi.
Dari eksternal sentimen pasar global saat ini tengah menanti hasil pertemuan ECB Kamis ini yang diperkirakan akan memperbesar jumlah program stimulusnya untuk menahan laju deflasi di kawasan tersebut. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4.770 dan resisten di 4.840 cenderung menguat.
S1 4770 S2 4740 R1 4840 R2 4870Β
(dnl/dnl)











































