First Asia Capital: IHSG Berpeluang Rebound

First Asia Capital: IHSG Berpeluang Rebound

First Asia Capital - detikFinance
Jumat, 11 Mar 2016 07:22 WIB
Jakarta - Tekanan jual masih mendominasi perdagangan saham kemarin. IHSG sepanjang perdagangan bergerak di teritori negatif ditutup koreksi 17,839 poin (0,37%) di 4.793,203. Tekanan jual terutama melanda saham tambang, konsumsi, dan infrastruktur.

Namun koreksi IHSG berkurang di akhir sesi akibat rebound saham Astra International Tbk (ASII) dan aksi beli saham sektor jasa konstruksi dan perkebunan.

Aksi ambil untung terutama dipicu oleh pemodal asing sebagaimana tercermin dari nilai penjualan bersih asing mencapai Rp 546,60 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kemarin menguat di Rp 13.052 seiring penguatan mata uang emerging market mengantisipasi hasil pertemuan ECB yang akan meningkatnya jumlah alokasi program stimulusnya (bond-buying program) diperkirakan hingga 75 miliar euro (USD82 miliar) setiap bulan.

Sementara tadi malam bursa global bergerak fluktuatif dan bervariasi. Indeks saham Eurostoxx di kawasan Euro koreksi hingga 1,51% merespons pernyataan Presiden ECB Mario Draghi yang mengindikasikan tidak memungkinkan lagi melakukan pemotongan tingkat bunga ke depan.

Pernyataan ini membuat euro kembali menguat. Pertemuan ECB tadi malam memutuskan bunga simpanan dipotong 10 bps menjadi minus 0,4%, tingkat bunga acuan diturunkan menjadi 0% dari 0,05% sebelumnya.

ECB juga menambah alokasi dana stimulusnya (bond-buying program/QE) sebesar 20 miliar euro menjadi 80 miliar euro (USD88 miliar) setiap bulannya. Di Wall Street indeks DJIA ditutup turun tipis 5,23 poin setelah sempat koreksi 178 poin, tutup di 16.995,13. Indeks S&P tutup flat di 1.989,57. Harga minyak melemah 0,89% di US$ 37,95/barel.

Pada perdagangan akhir pekan ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dengan peluang rebound terbatas setelah tiga hari perdagangan di awal pekan ini mengalami koreksi. IHSG diperkirakan bergerak di support 4.770 dan resisten di 4.820. Saham sektoral yang sensitif interest rate berpeluang melanjutkan rebound.

S1 4770 S2 4740 R1 4820 R2 4840Β 

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads