OSO Securities: IHSG Akan Kembali Melemah

OSO Securities: IHSG Akan Kembali Melemah

OSO Securities - detikFinance
Jumat, 11 Mar 2016 08:43 WIB
Jakarta - IHSG kembali terkoreksi pada akhir perdagangan kemarin dengan melemah sebesar 0,37% ke level 4.793,20. Mayoritas indeks sektoral bergerak turun, dipimpin oleh sektor Mining dan Consumer Goods yang masing-masing anjlok sebesar 1,72% dan 1,46%.

Indeks Finance juga ikut melemah sebesar 0,50%, seiring dengan fokus pemerintah untuk menurunkan suka bunga kredit di bawah 10%, salah satu cara yang akan ditempuh yaitu pembatasan (caping) suku bunga deposito atau simpanan berjangka yang akan segera dilakukan oleh perbankan yang masuk dalam kategori BUKU III dan IV.

Sementara sektor Agriculture melambung hingga 3,60%. Tertekannya IHSG lantaran masih tingginya sentimen negatif dari China yang baru-baru ini merilis kinerja perekonomiannya yang semakin menunjukkan kelesuan, di mana ekspor dan impor China bulan Februari masing-masing turun sebesar 25,4% dan 13,8%. Selain itu, pelaku pasar asing yang kemarin tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 546,60 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, dari bursa Asia mayoritas indeks bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Pelemahan terdalam terus berlanjut pada indeks Shanghai yang turun sebesar 2,02% ke level 2.804,73. Tingginya inflasi China di bulan Februari yang mencapai 1,6% dari sebelumnya 0,5% atau lebih tinggi dari ekspektasi pelaku pasar 1,1%, semakin memperburuk kondisi China, karena inflasi yang terjadi bukan lantaran terlalu banyak demand, melainkan tingginya kenaikan harga (Cost push inflation) di China.

Di tengah lesunya pasar Asia, indeks Nikkei berhasil mencatakan penguatan yang cukup signfikan dengan naik sebesar 1,26%. penguatan yang terjadi pada indeks Nikkei seiring dengan kenaikan harga minyak dan pelemahan mata uang yen yang akan menguntungkan eksportir.

Bursa Amerika pada perdagangan kemarin ditutup melemah tipis. Indeks Dow Jones tergelincir 0,03% ke level 16.995,13, S&P 500 menguat tipis 0,02% ke level 1.989,57, dan Nasdaq melemah 0,26% menjadi 4.662,16. Saham-saham di bursa Wall Street sempat menguat pada awal perdagangan setelah ECB mendorong suku bunga deposito lebih dalam ke wilayah negatif dan meningkatkan program pembelian aset yang menjadi 80 M euro per bulannya dari 60 M euro dalam upaya meningkatkan pertumbuhan di wilayah ini.

Namun ada kekhawatiran bahwa turunnya bunga deposito di Eropa mungkin bisa membahayakan bank-bank di AS dan juga berdampak negatif pada ekspor, karena penurunan tersebut membuat euro devaluasi dan membebani pasar lebih lanjut. Oleh karena itu, kenaikan yang dialami bursa hanya sebentar dan pada akhirnya ditutup sedikit melemah atau flat.

Perdagangan di bursa Eropa sendiri berakhir di zona merah. Indeks FTSE 100 melemah 1,78% ke level 6.036,70, DAX tergelincir 2,31% menjadi 9.498,15, dan CAC 40 yang juga melemah 1,7% ke level 4.350,35. Suku bunga di Eropa turun dari 0,05% menjadi 0,00% dan saham Eropa mengalami penurunan setelah Presiden ECB Mario Draghi berkata bahwa kemungkinan tidak ada penurunan suku bunga lagi ke depannya.

Namun, saham bank unggul karena adanya rencana untuk ronde baru dalam pendanaan murah. Pelonggaran kuantitatif naik dari 60 M euro menjadi 80 M euro dan sempat membuat Indeks FTSE 300 menguat 2,6% pada awal perdagangan, yang akhirnya ditutup melemah 1,8%.

Lemahnya harga minyak juga memberikan tekanan pada pasar ekuitas, dan membuat indeks saham minyak dan gas turun 3,2%. Ditambah lagi, saham pertambangan juga tergelincir 3,7% karena harga tembaga anjlok di tengah kekhawatiran tentang permintaan dari China. Sektor otomotif adalah top losers, yang turun sebanyak 4,1%.

Kami perkirakan hari ini, IHSG akan kembali bergerak melemah seiring dengan masih tingginya tekanan dari eskternal. Secara teknikal, indikator stochastic oscilator bearish, RSI dan MFI melemah, selain itu histogram MACD juga negatif. Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak pada kisaran 4.742-4.810.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads