Kenaikan IHSG inline dengan positifnya indeks data penjualan ritel Indonesia bulan Januari yang berhasil tumbuh sebesar 12,5% atau lebih tinggi dari bulan Desember 11,4%, tumbuhnya penjualan ritel mengindikasikan adanya kenaikan pada daya beli masyarakat.
Selain itu optimisme Bank Indonesia terhadap kenaikan rating oleh Standard & Poor (S&P) yang diperkirakan akan naik tahun ini, seiring dengan meningkatnya kemudahanan bisnis (Ease of Doing Business/EODB), yang ditargetkan akan naik ke urutan 40 dari sebelumnya 109, juga ikut menjadi katalis positif pada perdagangan akhir pekan kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu dari bursa Asia, mayoritas indeks kompak ditutup menguat seiring dengan optimisme pelaku pasar terhadap perekonomian global yang diperkirakan akan membaik pada tahun ini seiring dengan mulai diterapkannya kebijakan-kebijakan baru yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Bursa Thailand berhasil memimpin penguatan dengan naik sebesar 1,15% ke level 1.394,98 dan diikuti oleh indeks Hangseng yang naik 1,08% ke level 20.199,60.
Sementara untuk bursa China ditutup naik tipis sebesar 0,20% ke level 2.810,31. Bursa China masih relatif tertekan oleh kondisi perekonomian China yang belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan, ditambah lagi beberapa data yang rilis kemarin seperti tingkat Investasi asing yang hanya tumbuh 2,7% atau lebih rendah dari periode sebelumnya 3,2% serta Money Supply (M2) bulan Februari yang pertumbuhannya turun menjadi 13,3% dari sebelumnya 14,0%, juga ikut menjadi katalis negatif pada perdagangan akhir pekan kemarin.
Bursa Amerika ditutup di zona hijau pada perdagangan jumat kemarin. Indeks Dow Jones dan S&P 500 pada hari jumat ditutup hampir di level terbaik mereka pada tahun 2016. Bursa di Amerika reli karena investor memandang positif langkah-langkah stimulus dari Bank Sentral Eropa dan juga harga minyak yang stabil membawa saham di sektor energi menguat.
Walaupun berita stimulus oleh ECB diumumkan pada hari kamis, namun reaksi market terlambat sehingga hari jumat kemarin merupakan reaksi pengumuman dari ECB yaitu menaikan stimulus, karena investor dibayangi oleh sinyal dari penurunan suku bunga pada hari Kamis.
Bursa Eropa sendiri mengalami reli yang cukup tinggi. Rencana pendanaan murah yang baru dari Bank Sentral Eropa mendukung pemberi pinjaman di pinggiran zona euro dan pemulihan logam dan harga minyak mendorong saham di perusahaan komoditas. Sektor yang merupakan top gainers adalah perbankan, yang naik sebesar 4,9% setelah bergerak berombak pada hari kamis ketika ECB menurunkan suku bunga dan mengatakan akan mulai membeli utang perusahaan dan bahkan membayar bank yang dipinjamkan kepada perusahaan dalam upaya untuk merangsang pertumbuhan.
Karena harga minyak naik lebih dari 2%, indeks minyak dan gas di Eropa menguat 2,6%. Sektor pertambangan juga menguat 2,7% setelah harga logam industri besar naik tajam.
Kami perkirakan hari ini IHSG akan menguat terbatas seiring dengan kembalinya optimisme pelaku pasar di tengah penantian BI Rate dan keputusan kenaikan suku bunga The Fed yang akan rilis minggu ini. Secara teknikal, indikator RSI sudah mulai menguat, MFI bullish, sementara indikator stochastic masih cenderung bearish dengan histogram MACD yang negatif. Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak di kisaran 4.780-4.845.
(dnl/dnl)











































