Penguatan IHSG kemarin terutama ditopang aksi beli atas saham sektor infrastruktur, konsumsi, aneka industri, properti, dan tambang. Dari ekternal, sentimen ditopang pergerakan positif pasar saham emerging market kawasan Asia setelah otoritas China kembali menegaskan dukungan kebijakan stimulus lanjutan setelah data produksi industri China periode Januari-Februari tahun ini hanya tumbuh 5,4% (yoy) di bawah estimasi 5,6% dan bulan Desember 2015 5,9%.
Sebelumnya kebijakan ECB pekan lalu menurunkan bunga acuan menjadi 0% dari sebelumnya 0,05% dan penambahan alokasi stimulus untuk program bond-buying hingga 80 miliar euros telah memicu aksi beli atas aset berisiko. Dari domestik, sentimen positif dipicu penguatan rupiah atas dolar AS yang kemarin berada di Rp 13.020. Sementara Wall Street tadi malam bergerak bervariasi dan tutup terbatas. Indeks DJIA menguat tipis 0,09% di 17.229,13. Indeks S&P tutup koreksi tipis 0,13% di 2.019,64.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dalam rentang terbatas. Pasar hari ini akan digerakkan dengan sentimen positif dari rilis neraca perdagangan Indonesia Februari yang diperkirakan surplus US$ 1 miliar naik dari bulan sebelumnya yang hanya US$ 50 juta.
Selain itu, sejumlah isu individual terkait pencapaian rilis laba 2015 dan rencana pembagian dividen juga akan mewarnai sentimen pasar. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4.850 dan resisten di 4.900 cenderung menguat terbatas.
S1 4850 S2 4810 R1 4900 R2 4935Β
(dnl/dnl)











































