Pemodal cenderung menahan diri mengambil posisi tercermin dari nilai transaksi yang hanya mencapai Rp 4 triliun di Pasar Reguler, turun dibandingkan rata-rata harian pekan lalu yang mencapai Rp 4,9 triliun. Pergerakan pasar terimbas sentimen pasar saham kawasan Asia yang saat ini tengah menanti hasil pertemuan FOMC.
Sementara tadi malam Wall Street berhasil menguat menyusul rebound harga minyak mentah dunia, dan respons atas hasil pertemuan FOMC yang menahan tingkat bunga pada level saat ini di 0,5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan FOMC tadi malam selain menahan tingkat bunga, juga menurunkan perkiraan kenaikan tingkat bunga tahun ini dari sebelumnya empat kali menjadi dua kali. The Fed juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS tahun ini dari 2,4% menjadi 2,2% menyusul masih lemahnya prospek pertumbuhan ekonomi global.
Pasar saham menyambut positif hasil pertemuan The Fed dan tentunya akan berimbas pada perdagangan hari ini. Harga minyak yang kembali menguat juga akan mendorong kembali saham sektoral yang berbasiskan komoditas energi dan tambang logam.
Dari domestik sentimen positif juga akan didorong antisipasi pasar atas sejumlah aksi korporasi emiten seperti rencana pembagian dividen. IHSG diperkirakan berpeluang menguat dengan target resisten di 4.900. Sedangkan level support saat ini bergeser ke 4.840.
S1 4840 S2 4810 R1 4875 R2 4900 (wdl/wdl)











































