First Asia Capital: IHSG Berpeluang Menguat

First Asia Capital: IHSG Berpeluang Menguat

First Asia Capital - detikFinance
Kamis, 17 Mar 2016 09:00 WIB
Jakarta - IHSG pada perdagangan kemarin berhasil ditutup tipis di teritori positif setelah bergerak bervariasi dalam rentang terbatas hanya 23 poin. IHSG akhirnya tutup di 4.861,441 menguat 11,66 poin (0,24%).

Pemodal cenderung menahan diri mengambil posisi tercermin dari nilai transaksi yang hanya mencapai Rp 4 triliun di Pasar Reguler, turun dibandingkan rata-rata harian pekan lalu yang mencapai Rp 4,9 triliun. Pergerakan pasar terimbas sentimen pasar saham kawasan Asia yang saat ini tengah menanti hasil pertemuan FOMC.

Sementara tadi malam Wall Street berhasil menguat menyusul rebound harga minyak mentah dunia, dan respons atas hasil pertemuan FOMC yang menahan tingkat bunga pada level saat ini di 0,5%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,43% dan 0,56% tutup di 17.325,76 dan 2.027,22. Harga minyak mentah tadi malam rebound hingga 5,8% di US$ 38,46/barel, setelah The Fed menahan tingkat bunganya dan data cadangan minyak mentah AS pekan lalu naik 1,3 juta barel atau setengah dari estimasi pasar sebelumnya 3,4 juta barel.

Pertemuan FOMC tadi malam selain menahan tingkat bunga, juga menurunkan perkiraan kenaikan tingkat bunga tahun ini dari sebelumnya empat kali menjadi dua kali. The Fed juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS tahun ini dari 2,4% menjadi 2,2% menyusul masih lemahnya prospek pertumbuhan ekonomi global.

Pasar saham menyambut positif hasil pertemuan The Fed dan tentunya akan berimbas pada perdagangan hari ini. Harga minyak yang kembali menguat juga akan mendorong kembali saham sektoral yang berbasiskan komoditas energi dan tambang logam.

Dari domestik sentimen positif juga akan didorong antisipasi pasar atas sejumlah aksi korporasi emiten seperti rencana pembagian dividen. IHSG diperkirakan berpeluang menguat dengan target resisten di 4.900. Sedangkan level support saat ini bergeser ke 4.840.                                                                                                                          

S1 4840  S2 4810  R1 4875  R2 4900  (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads