Saham sektoral yang bergerak di tambang, perkebunan dan bank menjadi pendorong koreksi IHSG. Nilai tukar rupiah yang kembali melemah 0,63% di Rp13250 per US dolar turut memicu koreksi pasar. Selama sepekan IHSG melemah 1,20% setelah pekan sebelumnya menguat 1,49%. Nilai tukar rupiah melemah 1,55% sepekan kemarin seiring penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia. Koreksi IHSG sepekan kemarin terimbas koreksi di Emerging Market tercermin dari indeks The MSCI Emerging Market sepekan kemarin koreksi 1,6%. Koreksi terutama dipicu koreksi harga sejumlah komoditas energy dan tambang setelah dolar AS menguat menyusul positifnya data ekonomi AS yang keluar pekan lalu. Pasar berspekulasi The Fed dalam waktu dekat akan kembali menaikkan tingkat bunga FFR.
Pada perdagangan awal pekan ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi berpeluang koreksi lanjutan menyusul minimnya insentif positif di pasar. IHSG diperkirakan akan bergerak di support 4780 dan resisten di 4850.Β (ang/ang)











































