Sepanjang Maret, IHSG menguat 1,56% dan nilai tukar rupiah menguat 0,9% di Rp 13.276 terhadap dolar AS. Nilai transaksi di Pasar Reguler kemarin meningkat mencapai Rp 5,4 triliun, di atas rata-rata nilai transaksi harian di Pasar Reguler sepanjang Maret sebesar Rp 4,63 triliun. Pembelian bersih pemodal asing mencapai Rp 410,84 miliar menjadi penopang penguatan IHSG.
Saham perbankan dan perkebunan menjadi penopang utama penguatan IHSG. Sentimen positif dari eksternal terutama ditopang redahnya kekhawatiran kenaikan tingkat bunga The Fed. Sedangkan dari domestik, sentimen positif dipicu langkah pemerintah menurunkan harga BBM bersubsidi sekitar 7% yang berdampak positif bagi turunnya ekspektasi inflasi tahun ini, sehingga membuka ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk kembali menurunkan tingkat bunga acuannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasar cenderung menahan diri menanti data tenaga kerja dan manufaktr AS yang keluar akhir pekan ini. Sepanjang Maret indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 7% didukung dengan kenaikan harga minyak mentah dalam periode yang sama sebesar 12,5% dan redahnya ekspektasi kenaikan tingkat bunga FFR.
Pada perdagangan akhir pekan ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi. Penguatan lanjutan akan dibayangi aksi ambil untung sejumlah saham sektoral yang relatif tinggi harganya. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4.820 hingga 4.870 berpeluang menguat terbatas.
S1 4820 S2 4790 R1 4870 R2 4885
Saham Pilihan
- BBCA 13200-13550 Buy, SL 13150
- BBNI 5100-5400 Buy, SL 5000
- INDF 7100-7500 Buy, SL 6800
- RALS 700-750 Buy, SL 690
- LSIP 1780-1880 TB, SL 1700
- AALI 18000-18700 TB, SL 17000
- GJTL 725-760 TB, SL 690











































