Saham sektor otomotif dan barang konsumsi menjadi penahan koreksi indeks, menyusul respons positif pemodal atas langkah pemerintah menurunkan harga BBM subsidi sekitar 7%. Penurunan harga BBM subsidi akan menurunkan ekspektasi inflasi tahun ini, dan membuka ruang penurunan kembali tingkat bunga acuan Bank Indonesia (BI).
IHSG selama sepekan terakhir berhasil rebound 0,33% setelah pekan sebelumnya koreksi 1,20%. Rendahnya kekhawatiran kenaikan tingkat bunga Fed Fund Rate, penurunan harga BBM subsidi, dan pengumuman Paket Kebijakan Ekonomi XI pekan lalu menjadi katalis penguatan IHSG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data indeks manufaktur Maret dan indeks sentimen konsumen Maret di AS yang naik di atas perkiraan menjadi katalis penguatan Wall Street. Indeks ISM Manufacturing PMI Maret 2016 di AS naik mencapai 51,8 di atas perkiraan 50,8 dan bulan sebelumnya 49,5. Sedangkan indeks sentimen konsumen Maret naik mencapai 91,0 di atas perkiraan 90,6 dan bulan sebelumnya 90,0.
Sedangkan harga minyak mentah akhir pekan lalu koreksi 4% di US$ 36,79/barel. Selama sepekan indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 1,6% dan 1,8% setelah pekan sebelumnya koreksi 0,5% dan 0,7%.
Pada perdagangan awal pekan ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi, berpeluang menguat terbatas terutama ditopang sentimen pasar eksternal yang kondusif dan peluang penguatan rupiah atas dolar AS. IHSG akan bergerak dengan support di 4.820 dan resisten di 4.870.
S1 4820 S2 4800 R1 4870 R2 4885
Saham Pilihan
- BBCA 13200-13550 Buy, SL 13150
- PWON 485-505 Buy, SL 478
- ASRI 370-385 Buy, SL 368
- JSMR 5500-5700 TB, SL 5300
- PGAS 2625-2760 TB, SL 2580
- MPPA 1660-1740 Buy, SL 1600
- AKRA 6800-7200 Buy, SL 6750











































