Saham pertambangan, aneka industri dan perdagangan bergerak bullish seiring kenaikan harga komoditas energi dan tambang logam. Penguatan rupiah atas dolar AS sebesar 0,6% di Rp 13.162 turut menopang aksi beli selektif pemodal. Namun penguatan sejumlah saham sektoral tersebut dibayangi aksi ambil untung di sesi terakhir yang membuat posisi IHSG gagal tutup di teritori positif.
Pergerakan IHSG kemarin terimbas sentimen kawasan yang kembali khawatir dengan perlambatan ekonomi global, setelah hari sebelumnya pasar dipicu sentimen positif menyusul rendahnya kekhawatiran kenaikan tingkat bunga FFR dalam waktu dekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks saham global kembali terkoreksi setelah hari sebelumnya menguat. Indeks saham Eurostoxx di kawasan Eropa turun 1,3% di 17.541,96. Di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 1% di 17.541,96 dan 2.041,91. Sedangkan harga minyak mentah tadi malam di AS koreksi 1,3% di US$ 37,26/barel.
Saham perbankan menjadi saham sektoral penekan indeks di Wall Street tadi malam. Pasar saat ini juga tengah menanti rilis laba emiten kuartal pertama tahun ini.
Memburuknya kembali kondisi pasar saham global dipicu kekhawatiran prospek pertumbuhan ekonomi global dan kawasan Asia akan kembali membuat pergerakan IHSG hari ini berfluktuasi. Sejumlah harga saham sektoral yang relatif tinggi terutama di sektor tambang dan konsumsi rawan aksi ambil untung pemodal. IHSG diperkirakan bergerak di 4.840 hingga 4.890 rawan koreksi.
S1 4840 S2 4820 R1 4890 R2 4910
Saham Pilihan
- BBCA 12975-13300 BoW, SL 12800
- BBNI 5200-5350 BoW, SL 5100
- PWON 505-525 TB, SL 495
- ANTM 590-700 SoS, SL 500
- ERAA 690-750 TB, SL 650
- TINS 770-810 SoS, SL 730
- PTPP 3700-3900 BoW, SL 3640











































