IHSG akhirnya tutup koreksi 59,730 poin (1,2%) di 4.786,974. Ini merupakan posisi penutupan IHSG terendah sejak perdagangan 30 Maret 2016 lalu. Koreksi terutama didorong penjualan bersih asing yang mencapai Rp 427,71 miliar.
Koreksi IHSG kemarin terjadi di tengah penguatan di pasar saham emerging market menyusul data inflasi China Maret 2,3% dan penguatan mata uang emerging market terhadap dolar AS. Indeks The MSCI Emerging Market kemarin naik 1%. Koreksi yang terjadi di sejumlah saham unggulan terutama saham sektor perbankan dan otomotif dipicu kekhawatiran atas pencapaian labanya di kuartal pertama tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga minyak mentah tadi malam menguat 1,61% di US$ 40,36 seiring melemahnya dolar AS.
Melanjutkan perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dengan koreksi terbatas. Pasar saat ini tengah menanti kinerja laba emiten 1Q15 dan data neraca perdagangan, dan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia 1Q15 yang diperkirakan masih akan berada di bawah 5%. Di sisi lain, wacana perombakan kabinet yang mencuat akhir-akhir ini juga turut menahan pemodal mengambil posisi dan cenderung mengamankan posisi cash.
IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak dengan support di 4.760 dan resisten di 4.810. Saham-saham pertambangan dan energi masih berpeluang bergerak bullish dengan dukungan kenaikan harga minyak mentah tadi malam di atas US$ 40/barel menjelang pertemuan Doha 17 April mendatang.
S1 4760Â S2 4725Â R1 4810Â R2 4845 Â
Saham Pilihan
- ASII 6900-7200 Buy, SL 6800
- BBTN 1630-1770 Buy, SL 1590
- LSIP 1650-1740 BoW, SL 1600
- BMTR 1145-1245 Buy, SL 1050
- KRAS 590-650 TB, SL 500
- GIAA 500-525 Buy, SL 470
- NIKL 97-112 TB, SL 82











































