Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih Rp 329,7 miliar di tengah perdagangan di Pasar Reguler yang mencapai Rp 4,4 triliun. Penguatan IHSG kemarin bersifat anomali dengan pergerakan di pasar saham Asia, yang umumnya terkoreksi menyusul anjloknya harga minyak mentah hingga 6% di US$ 37,99/barel pada awal perdagangan di Pasar Asia kemarin.
Kejatuhan harga minyak mentah ini merupakan reaksi atas tidak tercapainya kesepakatan pembatasan produksi pada pertemuan produsen minyak dunia Minggu sebelumnya di Doha Qatar. The MSCI Emerging Market Index pada perdagangan sore kemarin koreksi 0,3% di 844,18. Sementara bursa global tadi malam berhasil rebound setelah harga minyak mentah berhasil rebound setelah anjlok sekitar 6%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks DJIA dan S&P di Wall Street tadi malam masing-masing menguat 0,6% di 18.004,16 dan 2094,34. Indeks DJIA untuk pertama kalinya berhasil berada di atas 18.000 sejak perdagangan 20 Juli 2015 lalu.
Melanjutkan perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan tren bullish menguji resisten di 4.910. Sedangkan support saat ini di 4.820. Rendahnya risiko pasar saham global dan rebound harga minyak mentah tadi malam di AS akan memberikan ruang bagi pelaku pasar kembali memburu sejumlah saham saham sektor energi dan tambang logam.
Pasar juga meyakini Bank Indonesia (BI) pekan ini akan kembali memutuskan menahan tingkat bunga acuannya pada level 6,75%. Saham sektoral yang sensitif interest-rate seperti properti dan perbankan akan mendapatkan momentum penguatannya kembali.Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β
S1 4820Β S2 4780Β R1 4880Β R2 4910 Β
Saham Pilihan
- BBRI 10100-10400 Buy, SL 9800
- BMRI 9600-10000 Buy, SL 9000
- BBTN 1700-1800 Buy, SL 1680
- SMRA 1540-1620 Buy, SL 1500
- CTRA 1290-1340 Buy, SL 1230
- WIKA 2600-2660 Buy, SL 2500
- ASRI 385-410 Buy, SL 370











































