First Asia Capital: IHSG Berpeluang Rebound

First Asia Capital: IHSG Berpeluang Rebound

First Asia Capital - detikFinance
Rabu, 27 Apr 2016 08:53 WIB
Jakarta - Tekanan jual mendominasi perdagangan saham kemarin setelah pemodal mengkhawatirkan pencapaian laba 1Q16 sejumlah emiten sektoral yang di bawah perkiraan sebelumnya. Dari eksternal sentimen pasar yang kurang kondusif di tengah penantian atas pertemuan BoJ dan The Fed pekan ini turut menekan pergerakan IHSG kemarin.

IHSG sempat berada di bawah 4.800, sebelum ditutup di 4.814,093 atau koreksi 64,769 poin (1,3%). Pemodal asing yang pekan lalu mencatatkan pembelian bersih hingga Rp 1,4 triliun, kemarin mencatatkan penjualan bersih hingga Rp 812 miliar.

Tekanan jual terutama melanda saham perbankan, infrastruktur, konsumsi, properti. Sedangkan aksi beli melanda saham perkebunan dan perdagangan. Namun tekanan jual berkurang di akhir sesi, setelah pasar merespon kenaikan harga minyak mentah di pasar Asia kemarin di atas US$ 43/barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan harga minyak mentah berhasil mengangkat kembali saham sektoral yang terkait energi. Kenaikan harga minyak mentah di AS tadi malam turut mengangkat kembali pergerakan pasar saham Wall Street. Indeks DJIA dan S&P tadi malam berhasil rebound terbatas masing-masing menguat 0,07% dan 0,2% tutuo di 17.990,32 dan 2.091,70. Harga minyak mentah tadi malam di AS naik 4,7% di US$ 44,66/barel setelah pasar berspekulasi kelebihan suplai minyak dunia akan berkurang.

Melanjutkan perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi berpeluang rebound terbatas. Kenaikan kembali harga minyak mentah akan memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga saham berbasiskan komoditas energi. Pasar juga akan digerakkan dengan rilis laba 1Q16 sejumlah emiten sektoral. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4.780 dan resisten di 4.860 berpeluang rebound.                      

S1 4780  S2 4750  R1 4860  R2 4900  

Saham Pilihan
  • ASII 7000-7600 BoW, SL 6900
  • AALI 16000-17100 Buy, SL 15500
  • UNTR 15300-17100 BoW, SL 14800
  • TOTL 675-740 Buy, SL 650
  • PGAS 2600-2780 Buy, SL 2500
  • SIMP 530-600 Buy, SL 490
  • SRIL 300-325 TB, SL 288
(wdl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads