First Asia Capital: IHSG Dalam Rentang Konsolidasi

First Asia Capital: IHSG Dalam Rentang Konsolidasi

First Asia Capital - detikFinance
Jumat, 13 Mei 2016 08:20 WIB
Jakarta - Perdagangan saham berlangsung bervariasi kemarin. Aksi beli lanjutan dibayangi aksi ambil untung terutama melanda saham sektoral yang menghadapi tantangan pertumbuhan bisnisnya tahun ini seperti perbankan dan otomotif. IHSG setelah berhasil menguat 18 poin pada penutupan sesi pertama akhirnya tutup flat, hanya menguat 3,358 poin di 4803,322. Saham penopang penguatan IHSG adalah sektor telekonunikasi, konsumsi dan tambang. Kenaikan kembali harga minyak mentah di USD46,5/barel memicu pergerakan positif di saham sektor tambang. Penguatan IHSG turut ditopang masuknya kembali dana asing ke pasar saham. Kemarin pembelian bersih asing mencapai Rp368,53 miliar.

Sementara Wall Street tadi malam bergerak bervariasi ditutup flat dan harga minyak mentah melanjutkan tren penguatannya. Indeks DJIA ditutup menguat tipis 0,05% di 17720,50 dan indeks saham S&P terkoreksi 0,02% di 2064,11. Harga minyak mentah di AS tadi malam menguat 0,35% di USD46,39/barel. Pelaku pasar cenderung wait and see atas perkembangan ekonomi AS menyusul kekhawatiran dampak perlambatan ekonomi global terhadap pemulihan ekonomi negara adidaya tersebut. Koreksi di Wall Street terutama akibat tekanan di saham berbasiskan teknologi seperti saham Apple yang jatuh ke level terendah sejak Juni 2014 dan saham produk kesehatan. Namun koreksi atas saham teknologi dan produk kesehatan tersebut diimbangi dengan kenaikan saham sektor energi.

Pada perdagangan di akhir pekan ini, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang konsolidasi dibayangi aksi ambil untung menyusul minimnya insentif. Kondisi pasar masih berfluktuatif menyusul masih beresikonya prospek pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada kinerja sejumlah emiten sektoral. IHSG diperkirakan akan bergerak di support 4780 hingga resisten di 4820 cenderung koreksi.                                               

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads