Follow detikFinance
Jumat 13 May 2016, 08:52 WIB

Investor Siap Akumulasi Saham

Ellen May - detikFinance
Investor Siap Akumulasi Saham Foto: Ellen May
Jakarta - Bursa Amerika ditutup flat disebabkan turunnya saham berkapitalisasi besar di sektor kesehatan dan teknologi, selagi para trader perhatiannya tertuju pada harga minyak dan laporan penjualan ritel yang akan keluar hari jumat.

Indeks Dow Jones pagi ini ditutup di level 17.720,50 menguat terbatas 9.38 poin (0.05%). Investor di amerika memburu saham-saham perusahaan telepon dan makanan sebagai pilihan aman mereka. Saham Apple turun dibawah USD 90/lembar saham dipicu kekhawatiran investor akibat prediksi penurunan penjualan iPhone yang akan datang.

Morgan Stanley Capital International mengumumkan daftar saham yang akan ditambahkan dan dikeluarkan dari MSCI Indonesia Index pada pagi tadi. Saham-saham yang berubah dalam MSCI Global Index adalah ditambahkannya WSKT dan dikeluarkannya AALI.

Saham-saham yang berubah dalam Small Caps Index adalah ditambahkannya GIAA dan dikeluarkannya BEST dan TELE. Perubahan ini akan terjadi di penutupan 31 Mei 2016.
Cermati saham yang ditambahkan berpotensi untuk menguat karena akan cenderung diakumulasi oleh investor institusi, dan cermati pula saham yang dikeluarkan berpotensi melemah, baik pada saat ini maupun pada 31 Mei 2016 mendatang.

Harga minyak yang terus menguat membuat indeks dollar sempat melemah. Tetapi indeks dollar kembali menguat setelah keluar berita anggaran belanja pemerintah amerika surplus dari USD 106.5 M ke USD 156.7 M

Harga emas naik dipicu naiknya proyeksi harga emas oleh Goldman Sachs Inc. Selain itu laporan kenaikan kepemilikan emas di ETF US juga menjadi salah satu faktor. Namun, kenaikan emas masih rawan koreksi.

Harga CPO 12 mei 2016 ditutup melemah 1.19% disebabkan penguatan Ringgit.

IHSG ditutup di 4.803 menguat terbatas 3.36 poin (+0.07%). Berpotensi bergerak dalam range 4780-4835. Untuk short term waspadai profit taking harian.

Lembaga rating S&P memberikan sinyal positif untuk menaikkan investment rating grade Indonesia, akan tetapi laporan resmi diperkirakan keluar bulan depan.

Menurut data dari Bank Indonesia penjualan retail tumbuh 11.6% sampai bulan maret 2016.

Emiten batu bara pada kuartal 1 2016 total kerugiannya rata-rata menyusut 76.5%. Namun rata-rata pendapatannya menyusut 15.13% dibanding kuartal yang sama tahun lalu.

BINA memperkirakan akan mendapatkan Rp 150 M pada right issue mendatang. Rencana right issue akan melepas 625 juta saham atau sebesar 23% dari total saham. Rencana akan ditawarkan setidaknya pada harga Rp. 240 /lembah saham. Right issue ini selain tujuannya untuk menambah modal  agar bisa ke BUKU II, akan digunakan juga untuk memperkuat kantor cabang.

BOLT membagikan 60% dari laba bersih Rp 97.7 M dalam bentuk dividen tunai atau sejumlah Rp 25 /lembar saham.

SSMS berencana akuisisi beberapa perusahaan sawit di kalimantan untuk memperluas usaha sektor perkebunannya.

PWON membukukan prapenjualan Rp. 594 M pada kuartal 1 2016. Dibandingkan periode sama tahun lalu angka tersebut turun 50.5%. Meskipun marketing sales turun, pendapatan laba bersih PWON naik 65.03% dibanding periode sama tahun lalu.

Waspadai beberapa saham berada pada area rawan profit taking. ISAT rawan profit taking di 6750. ISSP rawan profit taking di 240. Kino rawan profit taking di 6000.

Buy on weakness & breakout stocks :

Beberapa saham terdapat potensi teknikal rebound. ASRI buy on weakness di 370 resist di 400. CTRP buy on weakness 460 resist 1 di 500 resist 2 di 535. BSDE buy on weakness 1700 resist di 1770. Batasi resiko jika bergerak dibawah.

MLPL speculative buy on weakness di 300 dengan target  1 di area 347, target 2 di 400. Batasi resiko jika bergerak dibawah 300.

INAF breakout di area 800 dengan target penguatan di 900. Batasi resiko jika bergerak dibawah 800.

ITMG breakout di area 8000, beli di dekat 8000, batasi resiko jika bergerak di bawah 8000.

PPRO berpotensi melanjutkan trend naik, breakout di area 300.

AKRA waspadai profit taking sekitar 6500, BIKA rawan profit taking.

BAJA berpotensi menguat dengan range 125-160

KRAS buy on weakness, berpotensi mengalami teknikal rebound dengan range suport 535 dan target 650.

SAME berpotensi mengalami teknikal rebound dengan range 2850-3000

Semoga #kopipagi 13 Mei 2016 mencerahkan.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed