Harga minyak mentah WTI menguat 0,27 poin (+0,55%) ke level US$ 49,60, sedangkan harga minyak mentah Brent menguat 0,44 poin (+0,89%) ke level US$ 49,76, waspadai minyak mulai rawan profit taking, berpotensi menguji area suport US$ 47.
Sentimen yang mempengaruhi kenaikan harga minyak mentah antara lain terjadinya pertempuran di fasilitas minyak Libya. Selain itu para investor juga menunggu meeting OPEC yang akan diadakan pada 2 Juni mendatang. Pasar menantikan adanya kesepakatan dari negara-negara pengekspor minyak untuk sepakat dalam pembatasan produksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks MSCI Asia Pasifik tidak termasuk Jepang pada perdagangan kemarin ditutup melemah terbatas -0,04%. Sedangkan indeks MSCI Jepang dan China masing-masing menguat +1,22% dan +0,32%.
Harga nikel masih berpotensi menguat dipicuk adanya aksi mogok kerja di Cerro Matoso, perusahaan tambang terbesar kedua di dunia. Selain itu sentimen positif datang dari Bank Macquarie yang memprediksi permintaan nikel akan naik sebesar 4,4% tahun 2016.
IHSG kemarin ditutup menguat 21,3 poin (+0,44%) ke level 4.836,03. Penguatan dipimpin sektor perbankan yang diborong oleh investor asing. IHSG hari ini berpotensi bergerak mixed menguji resisten 4.900, sektor perbankan mulai rawan profit taking.
Sentimen-sentimen yang perlu dicermati tahun ini:
- Peringkat dari S&P 500
- Tax Amnesty
- Prediksi menurunnya penerimaan pajak
- Hasil dari pembangunan infrastruktur yang belum terasa
- Suku bunga bank yang masih tinggi
- Stabilitas politik di masa pemerintahan Jokowi-JK
- PPRO terus melakukan ekspansi, hingga pertengahan mei sudah menggunakan capex Rp. 385 M atau setara dengan 35% dari total anggaran capex tahun 2016. PPRO baru menandatangani MoU minggu lalu untuk pembangunan apartemen di daerah Depok.
- CSAP memerlukan dana senilai Rp 2.5 T yang akan digunakan untuk ekspansi pada tahun 2017 sampai 2020. Sebagian akan dipenuhi melalui aksi right issue dan sebagiannya dari pinjaman bank.
- COWL menargetkan pendapatan pra penjualan di 2016 sebesar Rp 1.3 T.
- ARTI mendapatkan laba bersih di tahun 2015 sebesar Rp. 19.6 M atau turun 34.81% dibandingkan tahun 2014.
- BNII menawarkan obligasi Rp 1.5 T dengan kupon 9.62% /tahun dan tenor 7 tahun.
- PGAS walaupun ada keppres harga gas turun, namun margin keuntungan tetap sama. Fasilitas FSRU di lampung mulai kembali beroperasi. PGAS mendapatkan peningkatan penjualan dari Transmisi Jawa-Kalimantan yang muali di 2015.
- SMCB akan membagikan dividen Rp 15 /lembar saham dengan total nilai Rp. 114.94 M.
- Produk WTON, pre-cast beton, dikabarkan akan digunakan untuk proyek Rp 78 T kereta cepat Bandung-Jakarta.
- 31/5 : Dividen Cum Date (EKAD, SONA, TOBA)
- 31/5 : MSCI Rebalancing
- 1/6 : Dividen Cum Date (ASRM, BBMD, DVLA, EPMT, INCI, KINO, PGLI, SSMS, TOTL)
- 1/6 : BHIT Rights Issue











































