Sudah Naik Tinggi, IHSG Rawan Profit Taking

Sudah Naik Tinggi, IHSG Rawan Profit Taking

Ellen May - detikFinance
Jumat, 03 Jun 2016 08:06 WIB
Sudah Naik Tinggi, IHSG Rawan Profit Taking
Foto: Istimewa
Jakarta - Bursa Amerika ditutup menguat dipicu oleh data klaim pengangguran yang turun dibawah prediksi analis. Data klaim pengangguran turun 1.000 ke angka 267,000 dari minggu sebelumnya di angka 268,000. Selain itu menurut laporan ADP, di bulan Mei ada penambahan sekitar 173,000 pekerjaan sesuai dengan ekspektasi.

Indeks Dow Jones ditutup di 17,838.56 menguat 48.89 poin (+0.27%).
Indeks S&P 500 ditutup di 2,105.26 menguat 5.93 poin (+0.28%).
Indeks Nasdaq ditutup di 4,971.36 menguat 19.11 poin (+0.39%).

OPEC memutuskan tidak ada kebijakan pembatasan produksi minyak. Menurut menteri minyak Saudi Arabia, para negara penghasil minyak merasa ekonomi sudah membaik dan akan semakin membaik sehingga kebijakan pembatasan produksi minyak mentah dirasa masih terlalu dini. Setelah pertemuan OPEC,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga minyak mentah WTI ditutup di $ 48.97 per barel atau melemah $ 0.04 (-0.08%), sedangkan harga minyak mentah Brent ditutup di $ 49.87 per barel atau menguat $ 0.15 (+0.30%).

Bursa Eropa ditutup menguat tipis setelah pertemuan ECB kemarin malam. Pertemuan ECB memutuskan penundaan pemberian dana kepada bank-bank di Yunani. Selain itu dalam ECB juga menetapkan tidak ada perubahan pada suku bunga.

Harga CPO menguat 1.73% atau 45 poin ke 2,643 ringgit per ton. Kenaikan harga dipicu prediksi penurunan stok. Penyebabnya adalah produksi yang stagnan, peningkatan ekspor, dan mulai bertumbuhnya program biodiesel.

IHSG ditutup di 4,833.23 melemah 6.44 poin (-0.13%) pada perdagangan kemarin. Inflasi di bulan Mei naik disebabkan kenaikan harga menjelang lebaran. Inflasi di bulan Juni diperkirakan akan naik dipicu kenaikan listrik. IHSG berpotensi menguji resisten di 4909, rawan profit taking.

BI merevisi prediksi GDP tahun 2016 ke 5-5.2% dari 5-5.4%.

Sentimen positif untuk sektor batubara:
Permintaan global di tahun 2016 diprediksi akan naik melebihi persediaan batubara secara global.
Prediksi kecilnya kemungkinan penurunan harga batubara dan jika turun, penurunannya pun akan terbatas.
Pemakaian dalam negeri yang diperkirakan akan terus naik terutama dipicu proyek 35 GW dari Kementerian ESDM. PLN akan menjadi konsumen batubara terbesar di dalam negeri, setelah itu baru pabrik semen dan pupuk.

Newsflash:
BIRD akan membagikan dividen Rp 66 per lembar saham dengan total nilai Rp 165.1 M atau setara dengan 20% dari laba bersih di tahun 2015.
BIRD sudah menggunakan capex Rp 400-500 M pada kuartal I 2016. Total capex yang dicadangkan untuk tahun ini sekitar Rp 1-1.2 T, turun jika dibandingkan capex tahun lalu Rp 1.5 T.
DGIK berhasil mendapatkan kontrak baru dengan nilai Rp 620 M di 1H 2016. Sedangkan target kontrak baru di tahun 2016 sebesar Rp 3 T.
MPMX akan membagikan dividen Rp 17 per lembar saham dengan nilai Rp 75.9 M. Dividen tahun 2015 yang dibagikan naik sekitar 2.5 kali lipat dibanding dividen tahun 2014 yang dibagikan.
PGAS telah menyelesaikan pembangunan pipa gas 27 km dari Jetis Mojokerto sampai Ploso Jombong, Jawa Timur. (Sumber: Inilah)
SCCO akan membagikan dividen Rp 225 per lembar saham dengan nilai Rp 46.26 M.
SIMP akan membagikan dividen Rp 5 per lembar saham
Anak usaha ELTY, PT. Graha Andrasentra Propertindo, berencana untuk IPO sebanyak 2.3 M lembar saham ke publik.

Semoga kopipagi 3 Juni menginspirasi dan mencerahkan Anda.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads