Sementara itu, bursa Amerika melemah tajam lebih dari 3% merespons hasil referendum Inggris yang keluar dari Uni Eropa.
Koreksi tajam pada pasar saham di seluruh dunia itu bukan tak berdasar. Koreksi tajam tersebut dikarenakan berbagai ketidakpastian, terutama ketidakpastian kebijakan perekonomian antara Inggris dengan negara di Uni Eropa dan negara lainnya di seluruh dunia, serta ketidakpastian dalam hal lainnya misalnya tentang imigran yang bermata pencaharian di Inggris, di mana kebijakan terhadap para imigran tersebut nantinya juga akan berdampak pada kondisi perekonomian di Inggris secara langsung, dan Uni Eropa secara tidak langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu mata uang euro turun sekitar 1-2%. Kondisi ini bisa mempengaruhi aliran dana asing, yang berpotensi akan bergerak menuju ke tempat yang dianggap lebih aman seperti Amerika, Jepang, dan lainnya. Bahkan beberapa analis memprediksi adanya kemungkinan turunnya perekonomian di Inggris sekitar 7% pada tahun 2030.
Dari dalam negeri, nilai tukar rupiah terhadap US$ yang sempat bertengger di Rp 13.260,- (menguat 4% sejak awal tahun) sempat melemah menjadi Rp 13.400,- (melemah sekitar 1%).
Dampak dari Brexit ini masih bersifat jangka pendek. Indonesia dan juga dunia masih akan terus memantau kebijakan yang akan dikeluarkan oleh Inggris.
Selain kekhawatiran tentang nilai mata uang, sebenarnya Indonesia tidak perlu terlalu mencemaskan Brexit karena hubungan dagang Indonesia dengan Inggris tidak terlalu besar, dan juga tentang aliran dana asing dari Inggris ke Indonesia.
Gubernur Bank Indonesia mengatakan, secara umum perekonomian Indonesia dalam keadaan baik (Juni minggu ke 3 inflasi di level 0,56%; CAD 2,2%). Bank Indonesia akan senantiasa menjaga kestabilan nilai tukar. Berdasar monitoring BI, aliran dana asing yang masuk sampai minggu ke 2 bulan Juni 2016 sebesar Rp 70 triliun, jauh lebih baik jika dibandingkan tahun lalu hanya sebesar Rp 30 triliun. Kondisi saat ini dinilai masih cukup aman oleh Gubernur Bank Indonesia.
Sementara itu, kemarin hari Minggu 26 Juni 2016 waktu setempat, Boris Johnson, salah seorang pemimpin kampanye Brexit dan juga calon kuat pengganti perdana menteri Inggris David Cameron, mengatakan beberapa hal menjawab kekhawatiran dunia tentang kebijakan perekonomian dan juga kekhawatiran para imigran tentang nasib mereka.
Boris Johnson mengatakan, Inggris akan tetap melanjutkan perdagangan bebas dan akses ke semua market, dan juga dengan negara berkembang. Melalui pernyataan ini seakan Johnson ingin mengatakan pada dunia bahwa 'everything will be okay!'
Mengenai para imigran sendiri, Boris Johnson mengatakan, masyarakat Uni Eropa yang tinggal di Inggris masih akan tetap terlindungi hak-haknya seperti halnya masyarakat Inggris yang tinggal di Uni Eropa, dan masih bisa bekerja, tinggal dan melakukan perjalanan di seluruh Uni Eropa.
Meski demikian, Boris Johnson berencana untuk membatasi 'free movement' dalam kebijakan yang belum dijelaskan secara detil.
Bagaimana dengan market hari ini?
IHSG hari ini masih berpeluang untuk terkoreksi menguji area support 4.800. Pernyataan Boris Johnson, diharapkan dapat meredam panic selling yang terjadi di pasar saham di seluruh dunia.
Meski terjadi gejolak Brexit, masih ada juga beberapa saham yang justru berpotensi melanjutkan penguatan.
Beberapa saham sektor properti pada Jumat 24 Juni 2016 pekan lalu sempat terkoreksi ke area support dan mulai menguat kembali. Jika ada koreksi serupa manfaatkan untuk buy on weakness. Jika Anda sudah sempat beli Jumat pekan lalu, ikuti trading plan yang sudah pernah dibuat/disebutkan sebelumnya seperti saham APLN, ASRI, dan PWON.
BUMI speculative buy on weakness di area 65-70 dengan target di 90. Batasi risiko jika harga bergerak dibawah 65.
Saham INDS dari #kopipagi dan Update Ebook tanggal 24 Juni 2016,mulai menguat sebesar 12%, masih berpotensi menguat menuju target terdekat ke area 750-800.
TOTL breakout dari 740, berpotensi menuju target berikutnya di area 800-880. Batasi risiko jika harga bergerak di bawah 740.
Semoga update pagi hari ini bermanfaat, dan salam profit! (wdl/wdl)











































