Saham Tambang dan Properti Dalam Tren Naik

Saham Tambang dan Properti Dalam Tren Naik

Ellen May - detikFinance
Senin, 18 Jul 2016 08:41 WIB
Saham Tambang dan Properti Dalam Tren Naik
Foto: Istimewa
Jakarta - Setelah mencapai rekor tertingginya sepanjang sejarah, Indeks Dow Jones ditutup di 18.516,55 atau menguat 10,14 poin (+0,05%), sedangkan Indeks S&P ditutup 2.161,74 atau melemah 2,01 poin (-0,09%).

Pada perdagangan hari Jumat 16 Juli 2016 IHSG menguat 26,64 poin (+0,52%), ditutup level 5.110,18. Penguatan IHSG didorong oleh sentimen positif data ekonomi Indonesia yang diumumkan pekan lalu, di mana cadangan devisa naik US$ 6,2 miliar dan neraca perdagangan surplus US$ 900,2 juta pada bulan Juni 2016.

Pada perdagangan pekan lalu, aliran dana asing yang masuk ke pasar modal Indonesia, tercatat net buy asing sebesar Rp 1,2 triliun. Investor asing banyak membeli saham-saham di sektor perbankan dengan nilai net buy Rp 701,69 miliar. Dan saham yang paling banyak dibeli adalah BBCA dan BMRI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham sektor perbankan mulai membaik karena mendapat angin segar dari derasnya capital inflow yang masih terkait sentimen positif tax amnesty.

Dan, saya pribadi masih fokus pada saham tambang dan properti, melihat saham-saham di sektor tersebut masih dalam tren naiknya.

Sektor pertambangan (batu bara dan logam) masih berpotensi melanjutkan penguatan dalam jangka menengah meski dalam jangka pendek mengalami profit taking.

Manfaatkan koreksi di area support untuk melakukan buy on weakness.

Selain saham ADRO, PTBA, ITMG, dari sektor batubara saham INDY dan KKGI sangat berpotensi untuk melanjutkan trend naik.

INDY dari #Kopipagi tanggal 14 Juli 2016 capai target di area 700, berpotensi mengalami breakout dan jika berhasil ditutup di atas 700, target berikutnya di 800. KKGI potensi menuju target 1000.

Sektor industri logam seperti ANTM, INCO, TINS, NIKL masih sangat menarik dengan trading plan yang masih belum berubah.

Selain sektor tambang, beberapa saham di sektor CPO nampak mulai bangun tidur, seperti contohnya saham GZCO dan SIMP. Saham GZCO berpotensi melanjutkan tren naik jangka pendek dengan target 1 di area 80 dan target 2 sekitar 95.

SIMP berpotensi menguat menuju target 500-550.

Beberapa saham dari sektor lain yang pantas untuk diamati antara lain:

Sektor pakan ternak yaitu CPIN dan MAIN berpotensi untuk melanjutkan penguatan. INAF breakout di 1400, berpotensi melaju ke target berikutnya di area 1400-1900. INDS capai target #kopipagi tanggal 27 Juni 2016 di level 800, berpotensi melanjutkan trend naik, waspadai volatilitas. ISAT, uji resisten 6800, target di area 7500.

Nah demikian #kopipagi 18 Juli 2016, pasti bermanfaat dan salam profit ! (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads