'Sri Mulyani Effect' di Pasar Saham

'Sri Mulyani Effect' di Pasar Saham

Ellen May - detikFinance
Kamis, 28 Jul 2016 07:54 WIB
Sri Mulyani Effect di Pasar Saham
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kembalinya ibu Sri Mulyani masuk pada kabinet Indonesia mendorong aliran dana masuk dari investor asing dan mendongkrak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5,274.36 atau menguat 49.97 poin (+0.95%).

Reshuffle Kabinet yang dilakukan kedua kalinya oleh Presiden Jokowi, dinilai akan mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama kembalinya Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.

Dari luar negeri, bursa Amerika ditutup mixed. Yakni, Indeks Dow Jones ditutup pada level 18.742,17 atau melemah 1,58 poin (-0,01%) dan Indeks S&P juga melemah 2,60 poin (-0,12%) pada level 2.166,58 . Hanya Indeks Nasdaq yang menghijau pada level 5.139,81 atau menguat 29,76 poin (+0,58%).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut terjadi karena sentimen pengumuman The Federal Reserve akan kebijakan suku bunga. The Fed sepakat menahan suku bunga acuannya di level 0,25% hingga 0,5%.

Bank Sentral AS juga mencatat pasar tenaga kerja Amerika mengalami penguatan.

Hari ini Presiden Jokowi akan mengumpulkan pegawai Ditjen Pajak terkait pelaksanaan progarm pengampunan pajak (tax amnesty).

Tax Amnesty dan kembalinya Ibu Ani mendorong sektor infrastruktur di pasar modal melaju. Demikian pula sektor konstruksi dan semen.

Cermati saham konstruksi seperti ADHI,WIKA,TOTL, dan saham semen seperti SMCB,dan SMGR.

Saham SMBR yang direkomendasikan di Premium Updates 2 hari yang lalu sudah naik lebih dari 20%

Salam Profit

(wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads