Sementara itu, Sepanjang pekan kemarin indeks utama bursa Wall Street rata-rata mengalami koreksi tipis selama sepekan. Hanya indeks Nasdaq yang menguat, di mana sepanjang pekan kemarin indeks Nasdaq berhasil menguat 1,22% WoW. Sedangkan indeks DJIA serta S&P 500 mengalami koreksi tipis, masing masing melemah sebesar 0,75% WoW dan 0,07% WoW.
Pelaku pasar sepanjang pekan kemarin rata-rata melakukan justifikasi terhadap portofolio mereka pasca terkoreksinya harga minyak mentah dunia. Selain itu, keputusan The Fed yang masih mempertahankan FFR dan kemungkinan tetap akan menaikkan suku bunganya pada tahun ini membuat pelaku pasar cenderung wait and see.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak jauh berbeda dengan indeks utama di bursa Wall Street, indeks utama di bursa Eropa juga bergerek variatif sepanjang pekan kemarin. hanya indeks FTSE 100 yang mengalami koreksi 0,09% WoW. Sedangkan indeks lainnya seperti CAC 40 naik 1,34% WoW dan indeks DAX menguat sebesar 1,87% WoW. Adanya pebaikan dari sisi data CPI serta data indeks jasa Jerman membuat pelaku pasar di Eropa khususnya di Jerman sepanjang pekan kemarin masih berani masuk ke pasar.
Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak menguat terbatas, di tengah penantian data inflasi yang akan rilis hari ini. Secara teknikal, indikator stochastic oscillator bearish, RSI lemah dan histogram MACD negatif. Kami perkirakan IHSG akan bergerak dikisaran 5.162- 5.267. (wdl/wdl)











































