IHSG Berpotensi Menuju 5.425

IHSG Berpotensi Menuju 5.425

Ellen May - detikFinance
Selasa, 02 Agu 2016 08:50 WIB
IHSG Berpotensi Menuju 5.425
Foto: Istimewa
Jakarta - Bursa Amerika pada perdagangan kemarin bergerak mixed. Indeks Dow Jones ditutup 18.404,51 atau melemah 27,73 poin (-0,15%), seiring dengan melemahnya harga minyak dan investor mencerna data ekonomi Amerika.

Harga minyak jenis (West Texas Intermediate) WTI turun menjadi US$ 40,14 per barel atau melemah 1,46 poin (-3,51%) . Ini menjadi harga minyak terendah sejak 20 April 2016. Begitu juga dengan minyak Brent US$ 42.31 per barel atau melemah 1,22 poin (-2,80%). Pelemahan ini terjadi karena banyak orang yang berpikir cadangan minyak akan berkurang, tapi yang terjadi justru sebaliknya.

Selain itu, produksi minyak Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) juga melonjak ke level tertingginya sepanjang masa. Penyebabnya, Irak mendongkrak produksi minyak mereka dan Nigeria memperketat jumlah ekspor minyak mereka, seiring serangan militan di sejumlah instalasi minyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saya melihat bahwa harga minyak saat ini sudah kembali mencapai bottom/support, sehingga berpotensi untuk mengalami teknikal rebound pekan depan.

Bagaimana dengan pasar saham Indonesia?
Kemarin pasca pengumuman inflasi yang sesuai harapan pasar yakni di bawah 1%, IHSG ditutup pada level 5.361,57 atau menguat 147,58 poin (+2,79%). Sektor yang menjadi pendorong terbesar adalah sektor infrastuktur dengan penguatan sebesar 4,37%.

Breakout dari level 5.333, IHSG berpotensi menuju level 5.425 dalam jangka waktu beberapa bulan ke depan.

Saya melihat, hari ini, ada banyak saham sektor perbankan baik saham perbankan berkapitalisasi besar dan saham perbankan berkapitalisasi menengah hingga kecil. Demikian pula saham dari industri dasar, semen, masih berpotensi melaju.

Perhatikan saham-saham ini, BMRI, BBRI, BBCA, BNGA, BNII, BBKP, dan saham sektor semen SMGR, INTP, SMCB.

Salam profit! (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads