Perhatikan Saham-saham Properti

Perhatikan Saham-saham Properti

Ellen May - detikFinance
Jumat, 05 Agu 2016 08:40 WIB
Perhatikan Saham-saham Properti
Foto: Istimewa
Jakarta - Seperti yang saya janjikan kemarin, jika pada #Kopisore kemarin saya bercerita tentang sektor CPO dan juga dampak dari sepak terjang bu Ani dalam rencananya memangkas anggaran APBN, maka pada pagi ini, saya akan bercerita tentang prospek sektor property dan apa saja sentimen yang mempengaruhinya.

Sebelum membahas sektor properti secara khusus, ada baiknya kita pahami big picture dalam market global dan lokal.

Kemarin, bursa Amerika kembali bergerak mixed pada perdagangan Kamis waktu setempat. Indeks Dow Jones ditutup pada level 18,352.05 atau melemah 2.95 poin (-0.02%). Sebaliknya, Indeks S&P ditutup pada level 2,164.25 atau menguat 0.46 poin (+0.02%).

Pergerakan tersebut mendapat sentimen dari Bank of England (BoE) yang memutuskan untuk menurunkan suku bunganya sebesar 0.25 poin ke level 0.25% yang sebelumnya adalah 0.5%.

Selain itu investor juga menanti laporan tenaga kerja bulan Juli. Pada Juni lalu investor dikejutkan dengan jumlah tenaga kerja mencapai 287.000 orang padahal pada bulan Mei hanya 11.000. Pelaku pasar memperkirakan jumlah tenaga kerja pada Juli ini adalah 185.000.

Di Indonesia, pasar saham kemarin ditutup menguat pada level 5,373.86 atau menguat 21,99 poin (+0.41%). Sektor yang menjadi pendorong adalah sektor Pertanian (+1.81%) dan Sektor Properti (+1.08%).

Sedangkan sektor yang menjadi pemberat dalam IHSG kemarin datang dari sektor aneka industri sebesar -2.09%. Ternyata, pelemahan ini terjadi karena saham ASII mengalami penurunan tajam sebesar 2.51%. Perlu Anda ketahui bahwa ASII memiliki presentasi kapitalisasi pasar sebesar 83.82% dalam sektor aneka industri ini. Sehingga pergerakan sektor ini sangat terpengaruh pada pergerakan saham ASII.

Oke, sekarang kita bahas Sektor Property secara khusus.

Sektor property, dalam pemandangan saya, masih cukup potensial baik secara teknikal, maupun secara fundamental. Faktor apa saja yang berpotensi mendorong sektor ini?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa hal yang menjadi sentimen positif sektor properti antara lain :

Suku bunga acuan Bank Indonesia yang tergolong rendah. Setelah menurunkan tingkat suku bunga beberapa kali, pada awal tahun BI rate di level 7.5 %, dan saat ini BI rate di level 6.5 %. Dengan demikian, maka tingkat suku bunga KPR juga semakin murah. Selain itu, beberapa investor mulai merasa bahwa bunga deposito mengecil, sehingga mereka mulai melirik investasi lainnya seperti investasi property dan pasar modal.

Potensi masuknya dana ke sektor property dari Tax Amnesty, atau dana repratiasi dari pengampunan pajak. Selain itu, Tax Amnesty memberikan "napas buatan" bagi investor yang ingin membeli property namun takut terinspeksi pajak karena belum melaporkan hartanya dengan perhitungan pajak yang benar.

Pelonggaran kebijakan BI terkait LTV yang berlaku mulai bulan Agustus ini yang dapat memperingan investor property dalam pembayaran Down Payment.

Rencana pemerintah untuk kembali meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi XIII pada bulan Agustus 2016. Dan salah satu opsi pilihan kebijakan tentang penjualan rumah murah juga bisa menambah angin segar sektor properti.

Permohonan kredit rumah bersubsidi yang proses sebelumnya memakan waktu 7 hari, kini hanya 3 hari dengan menggunakan e-FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan).

Saya melihat dengan banyaknya sentimen positif di sektor properti, akan mendorong peningkatan penjualan marketing di semester 2 di tahun 2016 ini.

Sentimen-sentimen tersebut akan membuat lebih banyak orang membeli rumah, sehingga emiten-emiten properti akan dibanjiri banyak permintaan dan akan lebih gencar untuk meluncurkan proyek-proyek baru. Yang tentu saja akan membuat pendapatan perusahaan itu juga meningkat.

Secara teknikal sektor properti juga sudah mulai menguat sejak Februari lalu seiring dengan penurunan suku bunga BI. Sektor ini juga masih berpotensi untuk melanjutkan kenaikannya karena banyaknya sentimen positif pada sektor ini. Salah satu saham dari sektor Properti yang mengalami penguatan adalah BEST (+22%) sejak direkomendasikan 25 Juli lalu dalam Premium Access.

Saya melihat beberapa saham sektor properti yang masih berpotensi melaju, seperti MDLN, ASRI, BEST, LPKR, SSIA dan beberapa lagi lainnya yang saya tulis dengan Key Action di layanan Premium Access.

Saya juga melihat sektor konstruksi hari ini berpotensi untuk melanjutkan perjalanannya dalam trend naik, dan jangan lupakan sektor CPO yang kemarin saya bahas di #Kopisore dan #kopipagi kemarin 4 Agustus 2016, cermati saham-saham di sektor tersebut! (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads