Kemarin Saham Industri Baja Melejit, Hari Ini?

Kemarin Saham Industri Baja Melejit, Hari Ini?

Ellen May - detikFinance
Kamis, 25 Agu 2016 08:42 WIB
Kemarin Saham Industri Baja Melejit, Hari Ini?
Pengamat Pasar Modal, Ellen May (Foto: Istimewa)
Jakarta - Kemarin, saham-saham sektor industri baja yang dibahas dalam ulasan spesial Kopipagi 24 Agustus 2016 menari dengan lincahnya. Saham BAJA, BTON, GDST bahkan naik rata-rata 20 % di tengah pelemahan pasar.

Sore hari kemarin, IHSG ditutup melemah 13.15 poin (-0.25%) di level 5,403.99 dan investor asing tercatat masih melakukan penjualan bersih sebanyak Rp 845.29 miliar.

Saham SMBR kemarin masih saja melanjutkan trend naiknya dan menguat lebih dari 15% dan sudah menguat hampir 100% sejak diulas dalam Premium Access pada 26 Juli 2016 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari ini Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan untuk saham SMBR ini.

Aduh, jadi gimana dong? Apa yang harus dilakukan? Tetap tenang.

SMBR tersuspensi dikarenakan untuk masa Cooling Down setelah kenaikan yang cukup signifikan beberapa hari terakhir ini.

Sebelum saya bahas lebih lanjut tentang saham industry plastic hari ini, kita lihat dulu bagaimana gambaran besar arah pasar hari ini.

Pada perdagangan Rabu 24 Agustus 2016 waktu setempat, bursa Amerika bergerak melemah. Indeks Dow Jones ditutup pada level 18,481.48 atau melemah 65.82 poin (-0.35%). Pelemahan terbesar terjadi pada sektor kesehatan.

Hal ini terjadi karena kandidat Presiden AS asal Demokrat Hillary Clinton menuliskan komentarnya tentang kenaikan harga EpiPen. Ini merupakan kedua kalinya kandidat tersebut berkomentar tentang sektor ini sehigga terjadi pelemahan.

Hari ini saya melihat IHSG akan bergerak dalam range 5330-5470. IHSG masih mengalami konsolidasi sebelum menembus level tertingginya di 5524.

Pemerintah memastikan kebijakan pengenaan cukai untuk kemasan berbahan baku plastik batal diterapkan tahun 2016 ini. Akibatnya, pemerintah harus mencari cara untuk menutupi target penerimaan negara yang tidak tercapai dari kebijakan ini agar defisit anggaran kian melebar.

Padahal sebelumnya, pemerintah menargetkan kebijakan pengenaan cukai atas kemasan plastik bisa menambah penerimaan negara Rp 1,6 triliun. Jika kebijakan ini jadi diterapkan, kemungkinan besar akan diterapkan pada tahun 2017 mendatang.

Jika kenaikan cukai plastik ini belum dilaksanakan, artinya biaya yang dikeluarkan perusahaan tidak jadi meningkat (tetap) sehingga pendapatan yang diperoleh juga tidak turun.

Secara teknikal saham-saham dalam industry ini akan berpotensi aktif dalam beberapa waktu ini, misalnya saham IGAR dan IPOL (key action strategies saya update di Hot List dan Premium Call to Action).

Salam profit,
Ellen May (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads