Angin Segar Industri Perikanan

Angin Segar Industri Perikanan

Ellen May - detikFinance
Selasa, 30 Agu 2016 08:34 WIB
Angin Segar Industri Perikanan
Foto: Istimewa
Jakarta - Kemarin bursa Amerika bergerak menghijau. Indeks Dow Jones ditutup pada level 18.502,99 atau menguat 107,59 poin (+0,58%). Penguatan ini terjadi karena para pelaku pasar telah menemukan bukti-bukti bahwa perekonomian AS semakin membaik. Sehingga kenaikan suku bunga The Fed dianggap layak dilakukan.

Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 5.370,76 atau melemah 68,07 poin (-1,26%). Dengan sektor yang menjadi pendorong pelemahan terbesar ini adalah sektor aneka industri (-2,94%).

Saya lihat IHSG berpotensi lanjutkan koreksi menguji area support 5.320-5.300. Jika IHSG menembus ke bawah level 5.300 tersebut, maka IHSG berpotensi meluncur ke level 5.165.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa saham yang patut diwaspadai untuk profit taking jangka pendek setelah menguat cukup tinggi, antara lain: AISA dan NIKL.

Angin Segar Sektor Perikanan

Masih jelas di ingatan saya, ketika Presiden Jokowi dulu mempropagandakan reformasi sektor perikanan ketika beliau akan terpilih menjadi presiden.

Pada waktu itu, saham sektor perikanan melejit luar biasa dan saya dan teman-teman alumni turut merasakan buahnya dari trading saham perikanan.

Bagaimana dengan saat ini ?

Baru-baru ini Presiden Joko Widodo telah melakukan langkah kebijakan yang berpotensi menjadi angin segar untuk industri perikanan. Apakah Anda sudah dengar kabarnya? Kalau belum, simak #kopipagi ini sampai habis ya..

Pada tanggal 22 Agustus 2016 lalu Presiden Joko Widodo baru menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional. Apa alasan pemerintah mengeluarkan Inpres tersebut?

Inpres tersebut dikeluarkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik nelayan, pembudidaya, pengolah maupun pemasar hasil perikanan, serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan devisa negara.

Apa isi Inpres tersebut? Bagaimana langkah konkretnya? Akankah Inpres ini berdampak terhadap pasar modal?

Simak ulasan selengkapnya dalam bit.ly/inpresperikanan.

Saham-saham yang bergerak dalam industri perikanan seperti DPUM, CPRO, DSFI, IIKP berpotensi aktif. Hati-hati saham-saham tersebut memiliki likuiditas kecil dan sangat liar.

Salam Profit (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads