Dana Tax Amnesty Masih Jauh Dari Target

Dana Tax Amnesty Masih Jauh Dari Target

Ellen May - detikFinance
Kamis, 08 Sep 2016 09:32 WIB
Dana Tax Amnesty Masih Jauh Dari Target
Pengamat Saham Ellen May (Foto: Istimewa)
Jakarta - Kemarin Bursa Amerika bergerak mixed. Indeks Dow Jones ditutup pada level 18,526.14 atau melemah 11.98 poin (-0.06%). Sebaliknya Indeks Nasdaq ditutup menguat 8.02 poin (+0.15%) di 5,283.93. Pergerakan tersebut di pengaruhi setelah rilis Beige Book.

Beige Book merupakan indikator penting bagi perekonomian AS. Bahkan dapat dikatakan Beige Book merupakan alat utama bagi The Fed dalam memutuskan kebijakan penting.

Nah, dalam Beige Book The Federal Reserve menyatakan, perekonomian AS tumbuh moderat pada Juli dan Agustus. Sementara, ada sedikit pertanda, tekanan gaji dirasakan oleh tenaga kerja ahli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam laporan Beige Book, The Fed juga melihat, mayoritas dari 12 cabang bank sentral di AS melaporkan adanya tekanan terhadap tingkat upah meski tipis. Diprediksi, tekanan tersebut akan tetap berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Minimnya tekanan dari sisi upah sudah menjadi senjata The Fed untuk mengerek suku bunga acuannya. Laporan ini juga berkaitan dengan data yang dirilis sebelumnya di mana lapangan kerja menembus level rekor pada Juli. Hanya saja, para pengusaha kesulitan mendapatkan pekerja terampil yang sesuai dengan posisi yang ada.

Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tutup di level 5,381.35 atau menguat sebesar 9.26 poin (+0.17%) . Yang menjadi sektor pendorong penguatan IHSG adalah sektor sektor pertambangan (+0.92%).

Ngomong-ngomong soal suku bunga The Fed, pada tahun 2015 lalu The Fed akhirnya menaikkan suku bunga acuan (Fed rate) untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade. Alasannya adalah ekonomi AS tumbuh pada kecepatan yang moderat.

Pada saat itu The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar seperempat persentase poin menjadi 0,25-0,5%.

Kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS)/The Fed menjadi sentimen pergerakan IHSG pada Desember lalu. Alasan pertama, terjadi aliran dana investor asing keluar dari negara berkembang termasuk Indonesia. Kedua, terjadi tekanan terhadap mata uang negara berkembang di Asia termasuk rupiah.

Namun, dampak keluarnya dana asing di pasar modal tersebut tidak terlalu besar. Alasannya, rencana kenaikan suku bunga The Fed tersebut sebenarnya telah direspons oleh pasar jauh-jauh hari sebelumnya.

Tahukah Anda bahwa saat ini The Fed kembali berencana menaikkan suku bunganya?

Berdasarkan pidato Janet Yellen pada 26 Agustus 2016 lalu, Yellen secara tidak langsung memberi isyarat bahwa perekonomian Amerika Serikat sudah membaik. Sehingga Yellen mengatakan ada kemungkinan suku bunga The Fed akan dinaikkan pada FOMC Meeting di bulan September 2016.

Apakah dampak yang di hasilkan kenaikan suku bunga The Fed akan sama dengan Desember lalu?

Dan Tahukah Anda bahwa di dalam negeri Indonesia sendiri sedang ada sentimen untuk pergerakan IHSG itu sendiri. Sentimen tersebut datang dari program pengampunan pajak melalui Tax Amnesty.

Dana yang diperoleh melalui tax amnesty dikabarkan masih jauh dari target, yakni baru sekitar 3.9% dari total target pencapaian Rp 165 triliun. Padahal periode I akan berakhir pada tanggal 30 September 2016.

Salam Profit,
Ellen May

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads