OSO Securities: IHSG Menguat Terbatas

OSO Securities: IHSG Menguat Terbatas

OSO Securities - detikFinance
Jumat, 16 Sep 2016 09:25 WIB
OSO Securities: IHSG Menguat Terbatas
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Setelah beberapa hari sebelumnya IHSG terkoreksi cukup dalam, akhir perdagangan kemarin IHSG berhasil rebound dengan mencatatkan penguatan sebesar 2.33% ke level 5,265.82. Terdapat 239 saham naik, 78 saham turun dan 90 saham lainnya stagnan.

Semua sektor berhasil ditutup pada zona hijau, dimana sektor aneka industri kembali mencatatkan penguatan yang cukup signifikan dengan melambung sebesar 4.71%, kemudian diikuti oleh kenaikan sektor manufaktur dan konsumsi yang masing-masing naik 2.90% dan 2.57%. Penguatan IHSG pada perdagangan kemarin di dominasi oleh aksi beli pelaku pasar domestik, sementara untuk pelaku pasar asing masih terus melakukan aksi jual, tercatat net sell asing senilai Rp 527.82 miliar.

Pelaku pasar domestik mulai berani masuk kembali ke pasar saham seiring dengan rilisnya data neraca perdagangan Indonesia bulan Agustus yang tercatat surplus US$ 293.6 juta, dimana nilai ekspor mencapai US$ 12.63 miliar atau meningkat 32.54% dan nilai impor US$ 12.34 miliar naik 36.84%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, optimisme dari kepala BKPM, Thomas Lembong bahwa Tax Amnesty akan berjalan sesuai target sebesar Rp 165 triliun pada Maret 2017
juga menjadi katalis positif pada perdagangan kemarin.

Sementara itu, pergerakan di bursa Asia masih cenderung tertekan, dimana mayoritas indeks ditutup terkoreksi. Indeks Nikkei memimpin pelemahan dengan turun sebesar 1.26% ke level 16,405.01. Koreksi yang terjadi pada bursa Jepang seiring dengan semakin tingginya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan Bank Of Japan terhadap stimulus ekonomi yang akan dikeluarkan pada minggu depan, terlebih didalamnya penurunan kembali suku bunga yang membuat kejatuhan di pasar keuangan terus berlanjut.

Global Market

Indeks Utama di Bursa Wall Street berhasil naik tipis pada perdagangan semalam ditengah berkurangnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed seiring rilisnya data ekonomi AS yang berada dibawah ekspektasi. Indeks data penjualan ritel AS pada bulan Agustus mengalami penurunan sebesar 0.3% lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang berhasil tumbuh 0.1%. Turunnya indeks penjualan
ritel AS merupakan imbas dari masih lemahnya penjualan mobil dan berbagai barang lainnya. Selain itu, data produksi industri AS bulan Agustus juga mengalami penurunan sebesar -0.4% lebih rendah dari ekspektasi -0.3%.

Hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi penurunan pada output bahan baku. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal III ini akan berada dibawah ekspektasi. Indeks Dow Jones menguat 0.99% ke level 18,212.48, S&P 500 terangkat 1.01% ke level 2,147.26 dan Nasdaq naik 1.47%
ke level 5,249.69.

Dari bursa Eropa, semua indeks utama berhasil ditutup menguat. Indeks FTSE 100 meningkat 0.85% ke level 6,730, CAC 40 naik 0.07% ke level 4,373, dana DAX menguat 0.51% ke level 10,431. Penguatan yang terjadi pada bursa Eropa semalam salah satunya disebabkan oleh mulai meredanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat ini. Selain itu, rilisnya data neraca perdagangan
Eropa bulan Juli yang surplus €25.3B atau lebih tinggi dari ekspektasi pelaku pasar €25B juga menjadi katalis positif pendorong harga saham.

Prediksi

Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Secara teknikal indikator stochastic oscillator membentuk goldencross dengan RSI kuat dan histogram MACD positif. Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak dikisaran 5186- 5317. Beberapa saham yang dapat diperhatikan pada perdagangan hari ini diantaranya ASII, PWON, ICBP, SMRA, ASRI. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads