Follow detikFinance
Senin 19 Sep 2016, 08:25 WIB

OSO Securities: IHSG Masih Bergerak Melemah

OSO Securities - detikFinance
Jakarta - IHSG ditutup di zona hijau pada akhir perdagangan pekan kemarin dengan naik tipis 0,04% ke level 5.267,77. Indeks sektoral ditutup mixed dengan kecenderungan menguat tipis. Penguatan tertinggi dipimpin oleh sektor konsumsi yang berhasil naik 1,35%, yang diikuti oleh sektor perkebunan dan manufaktur yang masing-masing naik 0,53% dan 0,52%.

Terbatasnya pergerakan IHSG seiring dengan aksi profit taking wajar yang dilakukan oleh pelaku pasar setelah mengalami penguatan yang cukup signfikan pada perdagangan sebelumnya. Selain itu, antisipasai pasar terhadap FOMC meeting yang akan berlangsung pada 20-21 September pekan ini juga menjadi pemberat indeks. Adapun nilai tukar rupiah akhir pekan kemarin terapresiasi sebesar 0,15% ke level 13.155.

Dari bursa Asia mayoritas indeks ditutup di zona hijau. Penguatan tertinggi dipimpin oleh indeks KLSE dab Sensex yang naik 0,78% dan 0,71%. Sementara itu, indeks Nikkei yang selama tiga pekan sebelumnya mengalami koreksi, berhasil menguat 0,70% ke level 16.519,29. Kenaikan yang terjadi pada indeks nikkei ini seiring dengan tingginya penjualan iphone 7 yang baru keluar dan terjadi aksi buyback saham perbankan setelah sebelumnya mengalami koreksi yang cukup signifikan.

Akhir pekan kemarin, Bursa Wall Street ditutup terkoreksi. Indeks Dow Jones turun 0,49% ke level 18.123,80, S&P 500 melemah 0,38% ke level 2.139,16 dan Nasdaq terkoreksi 0,10% ke level 5.244,57. Koreksi yang terjadi pada bursa AS seiring dengan kemungkinan kerugian Deutche Bank sebesar US$ 14 miliar yang akan membebani bank-bank besar di AS.

Adapun data yang rilis pada pekan kemarin yaitu indeks harga konsumen AS yang mengalami kenaikan tipis 0,2% pada Agustus karena lonjakan biaya perawatan medis yang mengimbangi kenaikan pangan dan energi. Selama 12 bulan terahir inflasi inti mengalami kenaikan 2,3% tetapi secara keseluruhan inflasi telah meningkat 1,1% lebih moderat, dan masih jauh di bawah target The Fed tahun ini sebesar 2%.

Kenaikan inflasi dipimpin oleh lonjakan harga obat dan kenaikan terbesar pada biaya dokter rumah sakit. Pada pekan ini The Fed diharpakan akan mampu mempertahankan suku bunganya untuk tetap berada di level 0,5%.

Bursa Eropa pun mengalami hal yang sama, dimana indeks utama Eropa kembali terkoreksi atau menempati posisi terendah sejak enam minggu terahir. Salah satu yang menjadi faktor turunnya bursa Eropa yaitu anjloknya saham Deutche Bank setelah pemerintah AS menuntut miliaran dollar untuk menyelesaikan kasus hipotek. Saham Deutche Bank turun 8,5%. Departemen kehakiman AS telah meminta US$ 14 miliar sebagai penetap penyelidikan penjualan sekuritasisi berbasis mortgage (EBA). Hal ini tentu sngat membebani keuangan Jerman sebagai pemberi pinjaman.

Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak melemah dan akan diperdagangkan pada kisaran 5.198-5.310. Secara teknikal indikator stochastic oscillator bullish, RSI kuat dan histogram MACD positif. (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed