Penguatan yang terjadi pada IHSG masih didominasi oleh aksi beli pelaku pasar domestik. Sementara pelaku pasar asing kembali mencatatkan net sell senilai Rp 97,42 milar. Namun, jika diperhatikan pelaku pasar masih wait and see menjelang FOMC Meeting 20-21 September, terlihat dengan nilai perdagangan di pasar reguler yang hanya Rp 3,78 triliun. Adapun nilai tukar rupiah kemarin terapresiasi sebesar 0,02% ke level Rp 13.152/US$.
Sementara itu dari bursa Asia, mayoritas indeks bergerak menguat. Indeks TWSE memimpin penguatan dengan naik sebesar 2,81% ke level 9.152,88. Selain itu indeks Shanghai tercatat menguat 0,77% ke level 3.026,05. Penguatan yang terjadi inline dengan rilisnya data harga perumahan China bulan Agustus yang mengalami pertumbuhan sebesar 9,2% lebih tinggi dari bulan sebelumnya 7,9%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks utama di Bursa Eropa berhasil rebound pada perdagangan semalam didukung oleh kenaikan saham-saham di sektor financial dan komoditas. Sektor komoditas naik 1% pada perdagangan kemarin setelah Venezuela mengisyaratkan bahwa anggota OPEC dan produsen minyak utama lainnya kemungkinan bisa menyetujui kesepakatan untuk membekukan produksi minyak. Komoditas minyak brent naik 40 sen menjadi US$ 46,93 per barel dari sebelumnya US$ 46,17. Indeks FTSE 100 naik 1,54% ke level 6.813,55, CAC 40 menguat 1,43% ke level 4.394,19 dan DAX terangkat 0,95% ke level 10.373,87.
Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak menguat terbatas. Indikator stochastic oscillator bullish dengan membentuk goldencross, sementara itu RSI kuat dan histogram MACD positif. Kami perkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 5.250-5.374. (wdl/wdl)











































