Sementara sektor aneka industri tercatat menguat 1,17%. Beberapa saham yang menjadi penggerak pada perdagangan kemarin, di antaranya : HMSP, ASII, GGRM, SMGR, dan WSBP. Pelaku pasar asing mencatatkan net sell senilai Rp 180,91 miliar.
Sementara itu, dari bursa Asia mayoritas indeks ditutup positif. Indeks Thailand mengalami penguatan paling signifikan yaitu sebesar 1,03% ke level 1.506,32. Sementara itu indeks Nikkei dari bursa Jepang naik 0,83% ke level 16.735,65. Penguatan yang terjadi pada indeks Jepang inline dengan pelemahan yen terhadap dollar seiring dengan membaiknya indeks manufaktur AS bulan September yang berada di atas ekspektasi. Selain itu, Indeks kepercayaan konsumen Jepang bulan September meningkat ke level 43 dari sebelumnya di level 42.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan 2016 proyeksi pertumbuhan untuk ekonomi AS menjadi 1,6% dari 2,2% juga menjadi katalis negatif pada perdagangan di Bursa AS semalam. Indeks Dow Jones turun 0,47% ke level 18.168,45, S&P 500 terkoreksi 0,5% menjadi 2.150,49 dan Nasdaq melemah 0,21% menjadi 5.289,66.
Sementara itu, Indeks utama Bursa Eropa berahir pada zona hijau seiring dengan reboundnya saham Deutsche bank sebesar 3,5% atau tertinggi sejak dua minggu terahir. HSBC mengatakan meskipun Deutsche Bank kekurangan operasional, namun kekhawatiran atas solvabilitas bank dirasa cukup berlebihan. Namun HSBC tetap memangkas target pertumbuhan bank yang menjadi tantangan para perbankan saat ini.
Kami perkirkaan hari ini IHSG akan bergerak mixed dan cenderung terkoreksi di kisaran 5.382-5.498. Secara teknikal, indikator stochastic oscillator sudah membentuk deadcross yang mengindikasikan potensi bearish. Sementara RSI dan MFI masih kuat disertai histogram MACD positif. (wdl/wdl)











































