Akhir perdagangan semalam, indek utama di Bursa AS ditutup dalam teritori negatif seiring dengan anjloknya saham Energi dan pernyataan dari Stanley Fischer. Saham Energi turun 0,6% karena harga minyak acuan WTI mengalami penurunan 0,8% ke level US$ 49,94. Anjloknya harga minyak
merupakan respons negatif pelaku pasar atas kelebihan pasokan minyak.
Selain itu, pernyataan dari orang nomor dua terpenting setelah Janet Yellen di The Fed, Stanley Fischer mengenai stabilitas ekonomi AS dapat
terancam oleh suku bunga rendah dan menekankan bahwa The Fed akan mencapai target inflasi dan ketenagakerjaan membuat kekhawatiran pelaku
pasar terhadap kenaikan suku bunga AS pada akhir tahun kembali lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
data produksi industri AS bulan September tumbuh 0,1% atau di bawah ekspektasi pelaku pasar 0,5%.
Hal yang sama juga dirasakan oleh bursa Eropa, di mana mayoritas indeks berada dalam zona merah. Indeks FTSE 100 terkoreksi 0,94% ke level
6.947,55, CAC 40 turun 0,46% ke level 4.450,23 dan DAX melemah 0,73% ke level 10.503,57.
Adapun data yang kemarin rilis dari kawasan zona Eropa yaitu, data inflasi bulan September yang tumbuh 0,4% atau sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar.
Prediksi IHSG
Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Secara teknikal, indikator stochastic oscillator bullish, RSI kuat dan histogram positif. Kami perkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 5.378-5.435. (drk/drk)











































