Blue chip bagus, terutama untuk long term investing (investasi jangka panjang), dan pada sektor-sektor defensif.
Sedangkan, untuk trading (perdagangan), kita tidak harus terpatok pada saham Blue Chips saja. Bahkan, seringkali saham lapis 2 dan lapis 3 memberikan keuntungan lebih besar dan lebih cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mari kita lihat bagaimana pergerakan bursa hari ini.
Bursa Amerika bergerak melemah. Indeks Dow Jones ditutup pada level 18,169.27 atau melemah 53.76 poin (-0.30%). Bursa AS menurun seiring dirilisnya laporan kinerja emiten kemarin yang terbilang mengecewakan.
Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0.43% di level 5,397.82 .
Mengintip saham CPO. Setelah terjadi kenaikan dalam dua hari kemarin, harga CPO dipenuhi dengan aksi profit taking. Selain itu, sentimen negatif juga datang dari China karena melemahnya impor.
Bea Cukai Administrasi Umum setempat menyampaikan penerimaan CPO dari luar negeri pada September turun 15% secara tahunan (year on year/ yoy) menuju 480.000 ton.
Analis MIDF Research, menyampaikan harga CPO pada kuartal IV/2016 akan bergerak di kisaran 2.500-2.900 ringgit per ton. Faktor utama yang memengaruhinya ialah perlambatan produksi dan kenaikan harga kedelai.
Badai yang terjadi di Carolina Utara, salah satu negara bagian Amerika Serikat, memengaruhi produksi kedelai. Diperkirakan cuaca buruk akan meluas ke sekitar wilayah perkebunan, sehingga proses penanaman terganggu.
Menurunnya prospek produksi kedelai dari Paman Sam ditambah dengan menguatnya ekspor memberikan kabar positif bagi CPO.
Untuk sektor CPO saya memilih saham TBLA, GZCO dan SIMP.
(dna/dna)











































