Pada bulan Oktober, ada istilah yang disebut dengan Halloween Effect. Apa itu sebenarnya Halloween Effect? Bagaimana pergerakan pasar saham pada bulan November nanti?
Setelah melakukan filtering sebanyak 3 kali untuk membuat Hot List 31 Oktober 2016, saya menemukan beberapa hal yang cukup menarik. Di antaranya yaitu, akan adanya potensi rotasi sektoral untuk jangka pendek dari sektor pertambangan ke sektor perbankan & konstruksi. Masihkah sektor batu bara melaju bulan depan?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam seminggu ke depan, investor akan terfokus pada pertemuan The Federal Reserve pada hari Rabu, mengenai petunjuk baru waktu kenaikan suku bunga AS berikutnya. Pelaku pasar juga menanti laporan bulanan pekerjaan AS di hari Jumat untuk mengukur apakah ekonomi terbesar di dunia itu cukup kuat dalam mempertahankan kebijakan pengetatan moneter.
Bursa Amerika pada jumat lalu ditutup melemah. Indeks Dow Jones ditutup di level 18,161.19 atau melemah 8.49 poin (-0.05%). Bursa AS melemah setelah Federal Bureau of Investigation (FBI) mengatakan akan memeriksa lebih lanjut email kandidat Hillary Clinton ketika menjabat sebagai Menteri Luar Negeri. Pelaku pasar khawatir dengan kabar tersebut sehingga mendorong pelemahan bursa AS.
Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di melemah di level 5,410.27 (-0.12%).
Bicara soal harga minyak, pada Jumat lalu, Brazil yang bukan termasuk anggota OPEC berpartisipasi dalam pertemuan Organization of Exporting Countries atau OPEC di Wina, Austria. Pertemuan tersebut masih membahas soal pembatasan produksi minyak agar harga minyak kembali stabil.
Pertemuan di Wina berakhir tanpa keputusan final, namun ada pihak yang mengatakan sudah ada progress soal pembatasan produksi minyak oleh masing-masing negara penghasil minyak.
Stocks to watch today : ADHI, WSBP, TOTL, WTON
Salam Profit,
Ellen May (ang/ang)











































