Bagaimana perdagangan saham hari ini?
Bursa Amerika bergerak dipengaruhi oleh keputusan The Fed mengenai kebijakan suku bunga menjelang pemilhan presiden AS. Indeks Dow Jones ditutup di level 17.959,64 atau melemah 77,46 poin (-0,43%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.405 atau melemah 10,55 poin (-0,20%). Saya lihat hari ini IHSG masih berpotensi untuk terkonsolidasi, cenderung melemah, uji support 5.350.
Industri Kelapa Sawit (CPO)
Pergerakan negatif minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berlanjut pada awal perdagangan kemarin, Rabu (2/11/2016). Permintaan CPO diprediksi terus alami penurunan, alasannya penurunan tersebut terjadi pada penurunan ekspor kelapa sawit.
Tingkat ekspor minyak sawit Malaysia sepanjang 1-31 Oktober dilaporkan turun 5,1% (MoM). Hal ini bisa menjadi sentimen negatif untuk sektor CPO di perdagangan hari ini.
Harga Timah Menguat Hingga 2017
Harga timah diperkirakan akan menguat sampai 2017 seiring dengan membaiknya faktor fundamental. Namun pasar masih mengantisipasi lonjakan produksi dari Myanmar yang mencapai puncaknya pada tahun ini.
Pada penutupan perdagangan Senin (31/10) harga timah di bursa London Metal Exchange (LME) naik 0,24% atau 50 poin menjadi US$ 20.700 per ton. Angka tersebut menunjukkan sepanjang tahun berjalan harga timah sudah meningkat 42,22%.
Standard Chartered Bank melaporkan, harga timah pada paruh kedua 2016 meneruskan tren reli dan menembus posisi tertinggi dalam dua tahun terakhir di level US$ 20.000 per ton. Sehingga pasar yang sebelumnya mengalami defisit pada semester I-2016 mulai beranjak menuju surplus yang tipis.
Dalam hal ini, persediaan stok di LME menjadi sentimen utama untuk melihat pergerakan fundamental. Tingginya harga mulai merangsang produsen untuk memacu produksi, sehingga suplai mengalami pertumbuhan.
Indonesia, sebagai produsen timah kedua terbesar di dunia, sudah mengalami rebound ke level tertinggi 15 bulan terakhir pada September 2016. Sementara volume perdagangan di bursa domestik menunjukkan ekspor bakal semakin tinggi pada Oktober.
Sentimen dari Myanmar secara signifikan dapat menghambat volume produksi timah olahan di China. Berdasarkan data Bank Dunia pada 2014, tiga negara produsen timah terbesar ialah China Indonesia, dan Myanmar.
Saham industri timah antara lain ANTM dan INCO, saya lihat dengan adanya sentimen ini bisa mempengaruhi harga saham mereka di perdagangan hari ini. (drk/drk)











































