OSO Securities: Waspada Aksi Profit Taking

OSO Securities: Waspada Aksi Profit Taking

OSO Securities - detikFinance
Jumat, 11 Nov 2016 08:37 WIB
Jakarta - Akhir perdagangan kematin IHSG ditutup menguat 0,66% ke level 5.450,31 setelah sebelumnya mengalami kejatuhan yang cukup signifikan. Terdapat 234 saham naik, 92 saham turun dan 87 saham lainya stagnan.

Delapan dari sepuluh sektor ditutup menguat. Penguatan tertinggi dipimpin oleh sektor pertambangan dan properti yang masing-masing naik sebesar 3.3% dan 1.96%.

Sementara sektor konsumer melemah 0.64% diikuti oleh sektor manufaktur yang turun 0.11%. Pelaku pasar asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai Rp 276.7 miliar. Adapun nilai tukar rupiah kemarin terdepresiasi sebesar 0.08% ke level 13,138.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari bursa Asia, semua indeks kompak ditutup menguat. Penguatan tertinggi dipimpin oleh indeks Nikkei yang naik 6.72% ke level 17,344.42. Penguatan yang terjadi pada bursa Jepang seiring dengan ekspektasi pelaku pasar terhadap terciptanya inflasi yang lebih tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik seiring dengan kebijakan Trump terhadap pemangkasan pajak dan pengeluaran infrastruktur yang tinggi.

Sementara itu, data ekonomi dari Jepang yang rilis kemarin, yakni indeks pemesanan mesin bulan September mengalami penurunan sebesar -3.3% lebih rendah dari penurunan sebelumnya -2.2%.

Akhir perdagangan semalam, mayoritas indeks utama di Bursa AS ditutup menguat. Penguatan tersebut didukung oleh naiknya saham di sektor perbankan di tengah pelemahan saham teknologi.

Saham Wells Fargo & Co (WFC.N) melonjak 7,58% ke posisi tertinggi sejak Januari, Bank of America (BAC.N) naik 4,40% dan JPMorgan Chase (JPM.N) menguat 4,64% ke rekor tinggi.

Selain itu, Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun lebih dari yang diperkirakan pekan lalu, yang mengindikasikan membaiknya pasar tenaga kerja AS.

Klaim tunjangan pengangguran AS per 5 November turun 11.000 menjadi 254.000 lebih rendah dari ekspektasi pelaku pasar 260.000. Indeks Dow Jones naik 1.17% ke level 18,807.88, S&P 500 menguat 0.2% ke level 2,167.48 dan Nasdaq terkoreksi 0.81% ke level 5,208.80.

Sementara itu, indeks utama di Bursa Eropa berahir terkoreksi seiring dengan ekspektasi pelaku pasar terhadap stimulus fiskal dari Presiden terpilih, Donald Trump, yang akan mendorong kenaikan imbal hasil obigasi pemerintah AS.

Meningkatnya yield obligasi pemerintah AS seiring dengan pelaku pasar yang lebih memilih mengalihkan investasinya kepada instrumen safe haven. Indeks FTSE 100 melemah 1.21% ke level 6,827.98, CAC 40 terkoreksi 0.28% ke level 4,530.95 dan DAX turun 0.15% ke level 10,630.12.

Adapun dari Prancis data yang rilis semalam, yaitu produksi industri perancis bulan September yang turun -1.1% (mom) dari bulan sebelumnya tumbuh 2.3% (mom). Selain itu, indeks non farm payroll Perancis tumbuh 0.3% lebih tinggi dari bulan sebelumnya 0.2%.

Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas mengingat hari ini merupakan akhir pekan, di mana pelaku pasar cenderung melakukan aksi profit taking. Secara teknikal, indikator stochastic oscillator bullish, RSI kuat dan histogram MACD positif. Kami perkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 5,388-5497. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads