Cement Sector - Penjualan Oktober
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DOID - Kontrak penambangan batubara
PT Delta Dunia Makmur (DOID) melalui anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri (Buma) meraih kontrak baru senilai Rp 3.8 Triliun dari PT Tadjahan Antang Mineral (TAM). Proyek jasa pertambangan batubara ini merupakan tambahan kontrak yang sudah didapatkan perseroan dari TAM. Kontrak ini ditargetkan memproduksi sebanyak 147 juta bcm pengupasan lapisan tanah dan 28 juta ton batubara sedangkan lokasi penambahan batubara akan dilakukan di Kabupaten Gunung Mas District (Kalimantan Tengah). Sedangkan kontrak sebelumnya yang didapatkan dari TAM senilai Rp 1 Triliun telah ditandatangani pada Agustus 2015. Kontrak tersebut terdiri atas produksi sebanyak 45 juta bcm pengupasan tanah dan 8 juta ton batubara berjangka waktu tiga tahun.
PPRO - Fasilitas pinjaman
PT PP Properti (PPRO) mendapatkan fasilitas pinjaman kredit dari Bank BTN (BBTN) senilai Rp 325 Miliar untuk pegembangan proyek Grand Sungkono Lagoon di Surabaya (Jawa Timur). Kredit bertenor lima tahun dengan bunga 9.5% per tahun dari BBTN ini diperuntukan untuk membangun apartemen Tower Caspian yang lokasinya berada di di proyek GLS. Tower tersebut merupakan tower kedua setelah sebelumnya PPRO membangun Tower Venetian dan sudah habis terjual. GLS merupakan proyek superblok yang terdiri atas apartemen dan mall yang akan dibangun diatas lahan seluas 3.2 Ha.
CMNP - Tiga aksi korporasi
PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) merencanakan tiga aksi korporasi yang melibatkan penerbitan saham baru. Pertama, CMNP akan membagi dividen saham sebesar 611.11 juta saham dan manajemen terlebih dulu akan meminta persetujuan RUPSLB pada 19 Desember. Kedua, CMNP akan menggelar private placement atau Non-HMETD maksimum 336.11 juta saham (10% saham) dengan harga Rp 1,500 sehingga CMNP akan menargetkan dana yang diraih mencapai Rp 504.17 Miliar. Seluruh dana hasil private placement akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan pengembangan usaha dan anak usaha. Ketiga, CMNP berencana melakukan rights issue. CMNP akan menggunakan dana rights issue untuk membeli obligasi wajib konversi (OWK) yang akan dikonversi menjadi saham baru maksimum 14.79 miliar saham. Ketiga aksi korporasi ini akan menimbulkan efek dilusi besar maksimal 80%.
TPIA - Rencana emisi obligasi
PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) berencana menerbitkan obligasi yang terdiri dari dua seri, Seri A dengan jangka waktu tiga tahun dan Seri B dengan jangka waktu lima tahun. Jumlah pokok obligasi maksimum Rp 500 Miliar. Obligasi ini telah mendapatkan peringkat idA+ dari Pefindo. TPIA berencana menggunakan dana dari penerbitan obligasi untuk melakukan pembayaran sebagian utang. Masa penawaran awal dijadwalkan pada 14-28 November 2016 dengan perkiraan mendapatkan pernyataan efektif pada 6 Desember 2016 dan listing di BEI pada 15 Desember 2016. (ang/ang)











































