Jakarta - IHSG (15/11) ditutup turun 37 poin (-0,73%) ke level 5.078,50 dengan nilai transaksi di pasar reguler sebesar Rp 7,5 triliun, terbawa sentimen dari penurunan harga komoditas di tengah penguatan dolar AS.
Sektor yang mengalami kenaikan:
- infra +0,32%
- finance +0,14%
Sektor yang mengalami penurunan:
- misc-industry -0,08%
- basic industry -0,59%
- consumer -0,68%
- property -1,17%
- trade -1,62%
- agri -1,73%
- mining -5,53%
Sebanyak 103 saham mengalami kenaikan, 218 saham mengalami penurunan, 66 saham tidak mengalami perubahan, dan 191 saham tidak mengalami perdagangan.
Saham-saham yang menjadi pemberat bursa:
- ADRO -8,72%
- UNTR -5,05%
- SMGR -2,67%
- LPPF -2,58%
- INTP -2,52%
Asing tercatat melakukan net SELL di pasar reguler sebesar Rp 561,1 miliar, dengan saham-saham yang banyak dijual asing antara lain BBRI, UNVR, BBNI, LPKR, dan ICBP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara teknikal, pelemahan indeks mulai terbatas setelah kembali turun namun tidak disertai peningkatan volume serta bergerak diluar lower band bollinger. Stochastic dan RSI oversold sementara MACD negatif.
Hari ini (16/11) IHSG diperkirakan akan bergerak
mixed cenderung menguat di kisaran 5.050-5.150, dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain PPRO, KREN, WSKT, SMBR, MIKA, dan VIVA.
Rupiah (15/11) ditutup melemah ke level Rp 13.363/US$, dan hari ini (16/11) diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp 13.350-Rp 13.400/US$ dengan kecenderungan menguat.
(wdl/wdl)