Beberapa hari ini volatilitas pasar tinggi setelah Trump terpilih, dan masih akan terus volatil selama masa transisi.
Kemarin saham-saham coal turun tajam alami profit taking terkait pelemahan Yuan China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam #kopisore kemarin, saya ulas mengenai China yang Lemahkan Yuan ke Titik Terendah serta penyebabnya.
Nah sekarang dalam #kopipagi hari ini saya akan ulas pengaruh Yuan terhadap IHSG. Namun sebelum itu, mari kita bahas pergerakan pasar saham kemarin.
Bursa AS bergerak menghijau, Indeks Dow Jones ditutup menguat 0,29% di level 18.923,06. Sedangkan di Indonesia kemarin IHSG ditutup melemah 0,73% di level 5.078,5. Bagaimana dengan hari ini?
Kenapa devaluasi Yuan menyebabkan beberapa bursa-bursa saham di dunia anjlok, termasuk IHSG?
Hal itu dikarenakan pelaku pasar berspekulatif, seperti adanya kekhawatiran bahwa Tiongkok mungkin sudah mulai panik atas kondisi ekonomi di negaranya (sehingga mereka kemudian mengambil kebijakan ekstrim dengan mendevaluasi Yuan).
Sehingga harga-harga komoditas mungkin akan turun lebih lanjut karena perekonomian Tiongkok, sehingga permintaan mereka atas batu bara akan berkurang lebih lanjut.
Namun seperti yang sudah saya ulas dalam kopisore kemarin, penurunan Yuan ini ada hubungannya dengan impor-impor barang China. Meski Indonesia memiliki banyak hubungan kerja sama dengan China, namun menurut saya hal ini tidak terlalu berdampak, pasalnya barang yang dihasilkan Indonesia dan China berbeda.
Dampak devaluasi Yuan ini bisa berdampak besar bagi negara industri lain di kawasan Asia yang juga menghasilkan produk yang sejenis dengan yang dihasilkan oleh China, seperti Korea Selatan.
Dari ulasan di atas, saya melihat dampak dari Yuan ini sifatnya hanya sementara saja, pelaku pasar hanya berspekulatif terhadap kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Saya juga sudah sering katakan bahwa investor tidak suka dengan ketidakpastian, sehingga inilah yang membuat pasar saham melemah.
Bagaimana dengan IHSG hari ini? Saya lihat hari ini IHSG akan bergerak mixed 5.000-5.200 cenderung alami rebound jangka pendek. Pasar masih menunggu keputusan The Fed dan Pertemuan OPEC akhir November nanti.
Salam profit,
Ellen May (drk/drk)











































