Jakarta - IHSG (16/11) ditutup naik 107 poin (+2,11%) ke level 5.185,46 dengan nilai transaksi di pasar reguler sebesar Rp 7,2, triliun setelah cooling down dari Trump Effect serta terbawa sentimen kenaikan harga minyak.
Sektor yang mengalami kenaikan:
- mining +3,21%
- basic industry +3,06%
- infra +2,93%
- trade +2,73%
- property +2,73%
- finance +2,46%
- misc-indusrty +2,45%
- agri +1,27%
- consumer +0,27%
Sebanyak 251 saham mengalami kenaikan, 78 saham mengalami penurunan, 73 saham tidak mengalami perubahan, dan 176 saham tidak mengalami perdagangan.
Saham-saham yang menjadi pendorong bursa:
- UNTR +10,63%
- PGAS +5,38%
- ADRO +4,78%
- CPIN +4,78%
- BBNI +4,50%
Asing tercatat melakukan net SELL di pasar reguler sebesar Rp 572,2 miliar, dengan saham-saham yang banyak dijual asing antara lain BBCA, ASII, HMSP, KLBF, dan BBRI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara teknikal, IHSG rebound disertai volume untuk test resist MA5 sekaligus tutup gap atas. Stochastic dan RSI berpeluang goldencross sementara MACD negatif divergence.
Hari ini (17/11) IHSG diperkirakan akan bergerak
mixed cenderung menguat di kisaran 5.123-5.210, dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain BBRI, WSKT, PGAS, GGRM, dan ASII.
Rupiah (16/11) ditutup melemah ke level Rp 13.378/US$, dan hari ini (17/11) diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp 13.350-Rp 13.400/US$ dengan kecenderungan menguat.
(wdl/wdl)