Follow detikFinance
Kamis 17 Nov 2016, 09:38 WIB

Trump, Fed Rate dan Harga Minyak

Ellen May - detikFinance
Trump, Fed Rate dan Harga Minyak Foto: Istimewa
Jakarta - Pagi,

Kemarin IHSG bergerak positif sesuai ekspektasi hingga capai target daily di 5.200. Hari ini IHSG masih akan bergerak positif dengan range 5.180-5.300.

Sebelum Anda membaca kopipagi hari ini, saya ingin mengucapkan selamat kepada Anda yang kemarin sempat membeli saham-saham yang terkoreksi tajam dan saat ini mulai menguat dan masih potensi lanjutkan rebound seperti trio perbankan BBRI, BMRI, BBCA.

Selain itu, jika Anda belum punya saham tersebut, saat ini masih ada kesempatan untuk buy on weakness.

Beberapa hari ini pasar bergerak liar, terkait Trump Effect, oil price, persiapan jelang meeting Fed Rate akhir tahun ini. Market masih akan bergerak volatil dan liar ke depan. Bagaimana cara antisipasinya supaya bisa survive bahkan masih tetap profit? Apa yang akan terjadi di depan?

Bursa Amerika Mixed

Pada perdagangan kemarin Bursa Amerika bergerak mixed, Indeks Dow Jones ditutup di level 18,868.14 atau melemah 0.29%. Pelaku pasar masih mencari kejelasan tentang janji-janji kampanye Trump, sambil bersiap untuk suku bunga dan inflasi yang lebih tinggi.

Trump and Fed Rate

Proposal Trump untuk memotong pajak dan meningkatkan belanja infrastruktur diperkirakan akan meningkatkan kegiatan ekonomi dan inflasi.

Pelaku pasar kembali mendorong peluang Federal Reserve (Fed) menaikkan suku pada bulan Desember melewati 90% pada hari Rabu, berdasarkan Perangkat Monitor Suku Bunga.

Pejabat Fed mengatakan bahwa terlalu dini menginterpretasikan bagaimana kebijakan di masa depan diterapkan oleh presiden terpilih Donald Trump yang akan mempengaruhi perekonomian, dengan spekulasi mengarah ke percepatan inflasi. Banyak pengambil kebijakan Fed baru-baru ini mengisyaratkan bahwa kebijakan pengetatan pertama di tahun ini bisa terjadi pada bulan Desember.

Presiden Fed St. Louis menyatakan bahwa kebijakan peningkatan suku bunga tunggal, mungkin terjadi di bulan Desember, mungkin juga cukup untuk menggerakkan kebijakan moneter dengan setting netral.

Sementara itu, pasar menunggu Ketua Fed memberikan komentarnya tentang prospek ekonomi sebelum Komite Ekonomi Gabungan Kongres AS, Kamis, mengenai petunjuk kebijakan moneter pimpinan bank sentral tersebut di masa depan.

Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin menguat dan sempat capai target kemarin di 5.200, hari ini masih potensi menguat dengan range 5.180-5.300. Hold setelah buy on weakness kemarin terutama dari sektor Perbankan. Sektor energi akan sangat volatil bulan November ini karena banyak sentimen silih berganti dan harga minyak fluktuatif.

Harga Minyak Mentah

American Petroleum Institute mengatakan bahwa persediaan minyak AS naik 3,65 juta barel dalam pekan yang berakhir 11 November, di atas ekspektasi pasar. Sementara itu, pedagang minyak terus membebani prospek pemangkasan produksi terkoordinasi di antara produsen minyak global.

Sebuah pertemuan informal para anggota OPEC kemungkinan akan diselenggarakan di ibu kota Qatar, Doha, pada hari Jumat dalam membangun konsensus atas keputusan-keputusan yang diambil oleh kelompok tersebut pada bulan September.

Kelompok minyak tersebut mencapai kesepakatan pemangkasan produksi ke range 32,5 juta ke 33,0 juta barel per hari dalam pembicaraan yang diadakan di Aljazair pada akhir bulan September.

Namun, OPEC mengatakan tidak akan menyelesaikan rincian tentang kuota produksi individu sampai pertemuan resmi berikutnya di Wina pada 30 November mendatang. (drk/drk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed