Harga minyak mentah semakin menguat setelah OPEC merilis hasil kesepakatannya pada tanggal 30 November 2016. OPEC sepakat untuk mengurangi pasokan minyak untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir.
Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk meringankan dari melimpahnya pasokan dan menstabilkan pasar global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham yang potensi untuk menguat adalah saham-saham sektor energi, baik dari sektor oil itu sendiri, dan juga sektor pertambangan.
Pembatasan produksi minyak ini tidak hanya menjadi sentimen positif untuk jangka pendek, namun juga bisa menjadi sentimen positif untuk jangka menengah, hingga tahun 2017 mendatang.
Sentimen ini yang menguatkan bursa AS, Indeks Dow Jones ditutup menguat 0,01% menjadi 19.123,58.
Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin juga ditutup menguat 0,23% di level 5.148.90. Sentimen minyak ini saya lihat juga akan menjadi sentimen buat IHSG hari ini.
Watch ELSA, ENRG, MEDC.
Harga Batu Bara
Menurut Asosiasi Distribusi dan Transportasi Batu Bara China (CCTD), produksi batu bara di China diperkirakan akan mengalami peningkatan tahun depan. Hal ini seiring dengan harapan pemerintah China yang akan melonggarkan kebijakan pembatasan produksi.
China merupakan negara pengguna energi terbesar di dunia. Produksi batu bara di negara tersebut diperkirakan akan naik 5% pada 2017 di saat pemerintah melonggarkan kebijakan terhadap hari operasi para penambang.
Tahukah Anda, produksi batu bara di China telah turun 10,7% sepanjang 10 bulan pertama di tahun 2016. Hal tersebut merupakan upaya pemerintah untuk membatasi produksi para penambang untuk memangkas kelebihan suplai.
Meski begitu, saya lihat, sektor batu bara sempat terkonsolidasi dalam beberapa bulan terakhir ini, setelah menguat sejak Februari 2016. Besar peluang sektor batu bara untuk menguat melampaui masa konsolidasinya dalam waktu-waktu ke depan.
Salam Profit,
Ellen May (drk/drk)











































