Sementara sektor keuangan ditutup terkoreksi 0.16% diikuti oleh sektor properti yang turun 0.10%. Beberapa saham yang menjadi penggerak indeks pada perdagangan kemarin diantaranya : HMSP, TLKM, PTBA, GGRM dan ADRO.
Pelaku pasar asing masih terus melangsungkan aksi jual, tercatat aksi jual asing senilai Rp 782.8 miliar. Adapun nilai tukar rupiah terapresiasi sebesar 0.54% ke level 13,440.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks sektor Jasa AS bulan November berada di level 54.6. Selain itu indeks non manufaktur AS berhasil tumbuh ke level 57.2, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 54.8.
Indeks Dow Jones naik 0.24% ke level 19,216.24, S&P 500 menguat 0.58% ke level 2,204.71 dan Nasdaq terangkat 1.01% ke level 5,308.89.
Dari bursa Eropa, semua indeks utama ditutup menguat. Indeks FTSE 100 naik 0.24% ke level 6,746.83, CAC 40 menguat 1% ke level 4,574.32 dan DAX melonjak 1.63% ke level 10,684.83.
Penguatan yang terjadi pada bursa Eropa online dengan rilisnya data Indeks penjualan ritel Eropa bulan Oktober yang mengalami kenaikan menjadi 2.4% (YoY) jauh lebih tinggi dari bulan sebelumnya 1% (YoY).
Kami perkirakan hari ini IHSG akan kembali melanjutkan penguatan seiring dengan masih tingginya kepercayaan domestik terhadap pasar saham Indonesia. Secara teknikal, indikator stochastic oscillator bullish, RSI kuat dan histogram MACD positif. Kami perkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 5,220-5,305. (ang/ang)











































