Sementara sektor pertambangan ditutup terkoreksi 0.79% diikuti oleh sektor infrastruktur yang turun 0.59%.
Beberapa saham yang menjadi penggerak indeks pada perdagangan kemarin yakni: BBRI, BJBR, KLBF, PGAS dan RMBA. Penopang pada pergerakan indeks kemarin masih didominasi oleh aksi beli investor domestik ditengah aksi jual yang terus dilangsungkan oleh investor asing. Pelaku pasar asing mencatatkan net sell senilai Rp 605,2 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO dari Bank tersebut mengatakan dalam konfrensi investor bahwa dia melihat akan ada keuangan jangka pendek seiring dengan kenaikan suku bunga namun akan menguntungkan dalam jangka panjang dari kenaikan tarif.
The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pekan depan. Indeks Dow Jones naik 0,18% ke level 19,251.78, S & P 500 menguat 0,34% ke level 2,212.23 dan Nasdaq menambahkan 0,45% ke level 5,333.00.
Selain itu rilisnya data indeks factory orders bulan Oktober tumbuh sebesar 2,7% lebih tinggi dari bulan sebelumnya 0,6% atau diatas eksepektasi pasar 2,6% juga ikut menjadi katalis positif terhadap pergerakan harga saham AS semalam.
Adapun neraca perdagangan AS bulan Oktober mencatatkan defisit yang lebih tinggi dari bulan sebelumnya $-36,2 miliar menjadi $-42,6 miliar.
Sementara itu indeks utama di bursa Eropa juga ikut ditutup dalam teritori positif. Saham Eropa naik pada hari Selasa, di mana perbankan mencatatkan kenaikan tertinggi dalam 11 bulan dengan naik sebesar 4,4% setelah mengalami koreksi yang cukup dalam seiring dengan referendum konstitusi Italia pada akhir pekan kemarin.
Rally tertinggi dipimpin oleh Bank Italia yang naik 9%, yang merupakan level tertinggi sejak Juli 2016 pasca perdana menteri Italia Matteo Renzi mengatakan akan mundur menyusul kekalahan referendum ini.
Adapun data ekonomi Eropa yang rilis semalam yaitu GDP Eropa pada kuartal III yang tumbuh sebesar 0.3% (QoQ) atau 1.7% (YoY) atau sama dengan kuartal sebelumnya.
Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas di tengah penantian rilisnya cadangan devisa Indonesia bulan November.
Secara teknikal, volume pada perdagangan kemarin terlihat lebih rendah dibandingkan denganperdagangan sebelumnya. Indeks stochastic oscillator sudah menyentuh area overbought dengan RSI lemah, sementara histogram MACD masih positif. Kami perkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 5,238- 5,321. (ang/ang)











































