Follow detikFinance
Selasa 13 Dec 2016, 08:49 WIB

Peluang dan Tantangan Pasar Saham di Akhir Tahun

Ellen May - detikFinance
Peluang dan Tantangan Pasar Saham di Akhir Tahun Foto: Istimewa
Jakarta - Great Morning,

Jelang akhir tahun ini, ada beberapa sentimen yang dinanti pasar, yang dapat berpengaruh bagi arah pergerakan ekonomi dan harga saham ke depannya. Apa saja sentimen tersebut?

Pada Sabtu lalu, Negara-negara non-OPEC mengatakan akan mengurangi output 558.000 barel per hari. Kesepakatan ini menambah komitmen 30 November OPEC untuk memangkas 1,2 juta mulai Januari 2017. Ini menggambarkan tekad negara pengekspor minyak untuk mengakhiri perang pangsa pasar.

Harga minyak pun sempat menguat, menguji level resisten kuat di area US$ 52 per barel. Level ini merupakan masa penentuan. Jika harga minyak berhasil melampaui level US$ 52, apa strategi berikutnya, apakah akan strong bullish? Targetnya berapa? Saham-saham apa saja yang akan terimbas positif?

Bursa Amerika pada Jumat lalu bergerak positif, Indeks Dow Jones ditutup menguat 0,72% di level 19.756,85. Sementara itu, pada perdagangan kemarin, bursa Amerika ditutup di level 19.796,43 menguat 39,58 poin atau naik 0,20%.

Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,08% di level 5.308,13. IHSG saya lihat masih berpotensi menguat hari ini namun sudah mulai sangat rawan profit taking, terutama pada saham-saham perbankan dan big caps. Mendapat sentimen positif dari pemangkasan produksi minyak mentah negara-negara non-OPEC, cermati saham-saham yang terkait dengan minyak dan energi seperti ELSA.

Kenaikan suku bunga yang akan dilakukan oleh The Fed tidak akan berpengaruh besar terhadap pergerakan IHSG ke depan. Hal ini dikarenakan pelaku pasar telah mengantisipasi kenaikan tersebut sejak lama.

Waspadai sektor perbankan dan blue chips yang sudah menguat selama beberapa hari dan breakout dari pola double bottoms-nya, ada potensi rawan profit taking.

Di akhir tahun ini, pelaku pasar merasa was-was menunggu hasil rapat The Fed pada tanggal 13-14 Desember nanti, pelaku pasar khawatir The Fed akan berperilaku agresif.

Selain kenaikan suku bunga, The Fed pekan depan juga akan merilis proyeksi ekonomi tahun 2017. Jika inflasi diperkirakan menanjak dengan cepat, The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga lebih cepat, hal ini akan membawa sentimen negatif pada bursa AS.

Rabu esok, AS juga akan merilis data penjualan ritel, pada musim liburan ini penjualan ritel diperkirakan akan meningkat sebesar 0,3% pada bulan November.

Pertemuan Bank Sentral juga akan dilakukan oleh Inggris pada minggu ini. Bank of England (BoE) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level terendah dalam pertemuannya Kamis nanti, terutama mengingat dekat dengan pertemuan Fed.

Salam profit,

Ellen May (drk/drk)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed