OSO Securities: IHSG Cenderung Melemah

OSO Securities: IHSG Cenderung Melemah

OSO Securities - detikFinance
Rabu, 14 Des 2016 08:17 WIB
OSO Securities: IHSG Cenderung Melemah
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - IHSG ditutup terkoreksi 0,27% ke level 5.293,62 pada awal perdagangan pekan ini. Tujuh dari sepuluh indeks sektoral ditutup melemah. Pelemahan terdalam dipimpin oleh sektor perdagangan yang turun 1,01% diikuti oleh sektor properti yang melemah 0,99%.

Sementara sektor infrastruktur dan aneka industri masing-masing menguat sebesar 0,39% dan 0,10%. Pelemahan yang terjadi pada perdagangan kemarin merupakan koreksi wajar seiring dengan aksi profit taking yang dilakukan pelaku pasar di tengah penantian keputusan The Fed.

Sementara itu, indeks penjualan motor bulan November tumbuh sebesar 6,60% (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat turun -5,3% (yoy). Adapun pelaku pasar asing masih terus melangsungkan aksi jual, tercatat aksi jual asing pada perdagangan kemarin sebesar Rp 234,06 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, indeks di bursa Asia kompak ditutup menguat pada akhir perdagangan kemarin. Indeks Sensex memimpin penguatan dengan naik 0,69% ke level 26.697,82 diikuti oleh indeks Nikkei yang ditutup menguat 0,50% ke level 19.250,52. Adapun Indeks Shanghai ditutup naik tipis 0,07% ke level 3.155,04 di tengah rilisnya data ekonomi China yang positif.

Produksi industri China bulan November tumbuh 6,2% atau di atas ekspektasi pelaku pasar 6,1%. Selain itu indeks penjualan ritel bulan November juga tumbuh sebesar 10,8% (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya 10% (yoy).

Indeks utama di bursa Wall Street diitutup dalam teritori positif, di tengah penurunan harga ekspor AS bulan November sebesar 0,1% setelah sebelumnya mengalami peningkatan 0,2% pada bulan Oktober. Namun penurunan ini lebih baik dibanding ekspektasi pasar yang turun 0,2%. Harga ekspor non pertanian turun 0,1% dipimpin oleh harga yang lebih rendah untuk pasokan industri dan barang konsumsi.

Perdagangan di bursa AS semalam lebih dipengaruhi oleh proyeksi atas kenaikan suku bunga acuan the Fed. Berdasarkan data CME Group's Fed Watch tool, ekspektasi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 90%. Indeks Dow Jones naik 0,58% ke level 19.911,21, S&P 500 menguat 0,65% ke 2.271,72, dan Nasdaq terangkat 0,95% ke level 5.463,83.

Sementara itu, indeks utama di bursa Eropa juga mengalami kenaikan pada perdagangan semalam, dibantu oleh reli pada bank Uni Credit, yang merupakan bank besar di Italia. UniCredit naik 15,9% setelah rencana restrukturisasi dengan meningkatkan 13 miliar euro pada penerbitan saham untuk menopang neraca dan melindungi diri dari krisis perbankan yang lebih luas.

Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Secara teknikal, IHSG berada dalam pola konsolidasi dengan terbentuk candle doji yang mengindikasikan kuatnya aksi beli dan jual, indikator stochastic overbough, MFI bearish dan hisogram MACD negatif. Kami perkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 5.221-5.315. (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads