Follow detikFinance
Jumat 30 Dec 2016, 09:16 WIB

IHSG Sudah Naik 5,2% Dalam Sepekan

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Jakarta - Dollar Index Spot Rate dibuka melemah di level 102.17 dibandingkan level pembukaan kemarin. Namun, US Treasury naik dikarenakan kenaikkan demand dalam lelang, yang menghasilkan sales sebanyak $28 Billion untuk 7Y.

Level untuk 7Y Treasury Notes ada di angka 2.284%, Yield tertinggi sejak April 2014. Pada sektor komoditas, harga emas terus mengalami trend bullish dengan kenaikan sebanyak 0.33% dalam minggu ini, diiringi dengan kenaikkan pada pasar Crude Oil sebanyak 0.37%.

Demikian disampaikan Analis Global Market Bank Mega, James Evan Tumbuan dalam risetnya seperti dikutip detikFinance, Kamis (29/12/2016).

China harus mengabaikan target pertumbuhan ekonomi 6.5% di tahun 2018 dikarenakan untuk 2 tahun ke depan pemerintah China menerapkan untuk menahan 'bubble' yang terjadi - 'bubble' dalam artian peredaran uang yang terlalu banyak di pasar.

EUR masuk di dalam daftar mata uang terlemah pada tahun 2016 di angka 1.0553, dibuka menguat sebanyak 0.0060 point pada hari ini seiring dengan pelemahan dollar hari kedua.

Saham Japan dan Australia melemah, dengan Jepang menurun sebanyak 0.7% dan bursa saham Australia menurun sebanyak 0.28% ke level 5627

IHSG ditutup menguat 1.17% ke 5270.40 pada sesi perdagangan kemarin. Didapatkan dari pasar perdagangan Asia, Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat perkembangan tertinggi per regionnya dengan kenaikkan 5.2% pada minggu ini dan merupakan pencapaian terpesar dalam 3 hari ini semenjak Oktober 2015.

Jumlah dana yang masuk sejak periode 1 hingga periode 2 akhir ini telah mencapai kisaran 107 triliun.

Menjelang penutupan tahun, didapatkan IDR Currency menguat sebanyak 2,41% dengan pertumbuhan ekonomi YoY sebesar 5.02%. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed