Hari ini merupakan hari pertama pembukaan perdagangan bursa di awal tahun 2017. Semoga diawali dengan tahun yang baru ini, bisa memberikan Anda semangat dan motivasi yang baru untuk terus berinvestasi di pasar modal Indonesia.
Bagaimana perdagangan saham hari ini?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu January Effect, apa tujuan January Effect? Lalu saham apa saja yang akan terkena dampaknya?
Sebelum kita bahas, mari kita review sedikit mengenai IHSG hari ini.
Di akhir 2016, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,11% jadi 5.296,71. Tapi, dalam sepekan terakhir indeks masih menguat 5,35%.
Sepanjang tahun ini, IHSG sudah tumbuh 15,32%. Sementara pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 16 triliun.
Sebelumnya, IHSG masih tertahan resisten yang cukup kuat di 5.320 dan pada hari ini masih akan terus mencoba untuk menembus level tersebut.
Selain itu, pada tahun lalu, Pasar saham Wall Street menutup perdagangan 2016 dengan positif. Indeks Dow Jones naik paling tinggi dibandingkan S&P 500 dan Nasdaq. Bursa Paman Sam berhasil melewati ekonomi 2016 yang bergejolak dengan baik.
Banyak kabar mengguncang datang dari seluruh penjuru dunia sepanjang 2016. Indeks Dow Jones sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, setidaknya 20 kali perdagangan ditutup dengan rekor tertinggi.
Sampai di perdagangan terakhir 2016, Dow Jones ditutup naik 13,4%. Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones malah turun tipis 0,3% ke level 19.762,60. Namun posisinya masih tertinggi dalam delapan tahun terakhir, atau sejak krisis finansial global
Bagaimana IHSG hari ini?
Setelah sempat melemah pada penutupan Jumat kemarin, saya lihat hari IHSG akan uji area resisten 5.300-5.320, berpotensi untuk tertahan resisten & mengalami aksi profit taking jangka pendek. Waspadai profit taking pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBRI.
Seperti yang sudah saya singgung di awal tadi, perdagangan hari ini akan akan diwarnai dengan berbagai fenomena yang akan terjadi di awal tahun, salah satunya ialah January Effect.
Apa Itu January Effect?
January Effect adalah fenomena di mana harga saham pada bulan Januari cenderung naik. Penyebabnya adalah terjadinya window dressing dan Tax Loss Selling.
Biasanya para fund manager ingin mempercantik portofolionya di akhir tahun dengan saham saham yang berkinerja baik dan menjual saham saham yang berkinerja buruk, ini yang disebut window dressing.
Selain itu, banyak orang yang berinvestasi di penghujung tahun setelah mendapatkan bonus. Efek dari Window dressing ini masih akan terjadi selama awal tahun ini beberapa hari ke depan.
Selamat belajar dan menikmati hasil yang jauh lebih baik.
Salam profit,
Ellen May (drk/drk)











































